MDINETWORK – Kegagalan Timnas Italia dalam memenuhi syarat untuk tampil di Piala Dunia 2026 telah menjadi titik balik besar bagi federasi sepak bola nasional. Sejumlah perubahan signifikan diperkirakan akan terjadi, termasuk pergantian kepemimpinan dan pelatih. Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih adalah Roberto Mancini.
>Mancini, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Timnas Italia dari 2018 hingga 2023, dikenal atas keberhasilannya membawa tim meraih gelar juara Euro 2020. Selama masa jabatannya, Gli Azzurri mencatat rekor tak terkalahkan selama 37 pertandingan, sebuah pencapaian yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Namun, kegagalan dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 membuat Mancini mundur dari jabatannya. Ia kemudian melanjutkan kariernya dengan melatih Timnas Arab Saudi, meski tidak berhasil memberikan dampak signifikan. Setelah berada di sana selama beberapa bulan, ia akhirnya meninggalkan posisi tersebut pada Oktober 2024 dan beralih ke klub Qatar, Al-Sadd, sejak akhir 2025.
Kepemimpinan FIGC yang Berubah
Perubahan besar juga terjadi di level kepemimpinan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Gabriele Gravina, presiden FIGC selama beberapa tahun terakhir, resmi mundur dari jabatannya pada Kamis (2/4/2026), kurang dari dua hari setelah Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ini merupakan kegagalan kedua yang dialami FIGC di bawah kepemimpinannya, dan ketiga secara keseluruhan dalam sejarah organisasi tersebut.
Gravina, yang berusia 72 tahun, dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia sepak bola Italia. Namun, kritik terhadap kepemimpinannya semakin meningkat setelah kegagalan timnas dalam beberapa kompetisi besar. Hal ini memicu spekulasi tentang perubahan besar-besaran di struktur FIGC.
Kandidat Baru untuk Kursi Presiden FIGC
Salah satu nama yang sering disebut sebagai calon kuat untuk menggantikan Gravina adalah Giovanni Malago. Mantan presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) dari 2013 hingga 2025, Malago juga pernah menjabat sebagai presiden sementara FIGC pada 2018. Ia juga menjadi ketua komite pelaksana Olimpiade musim dingin yang baru saja digelar di Italia awal tahun ini.
Menurut laporan dari Calciomercato, sumber dekat Mancini menyebut bahwa pelatih berusia 61 tahun itu yakin akan kembali ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia jika Malago terpilih sebagai presiden FIGC. Meski belum ada pengumuman resmi, isu ini mulai menghangat dan menjadi sorotan publik.
Reputasi Mancini yang Masih Kuat
Meskipun memiliki catatan buruk dengan kegagalan kualifikasi Piala Dunia 2022, reputasi Mancini sebagai pelatih tetap kuat. Ia dianggap memiliki visi jangka panjang dan kemampuan untuk membawa timnas kembali ke jalur kesuksesan. Dalam wawancara sebelumnya, Mancini pernah menyatakan bahwa dirinya siap kembali bekerja untuk negara tercinta jika diberi kesempatan.
“Saya masih punya banyak hal yang ingin saya capai bersama Italia,” ujarnya. “Jika ada kesempatan, saya akan kembali.”
Tantangan yang Menghadang
Meski ada harapan besar, tantangan tetap besar bagi Mancini dan FIGC. Kegagalan di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa perlu ada reformasi menyeluruh di berbagai aspek, mulai dari manajemen hingga sistem pemain. Pelatih baru harus mampu menghadapi tekanan dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap sepak bola Italia.
Dengan perubahan kepemimpinan dan potensi kembalinya Mancini, masa depan sepak bola Italia tampaknya sedang dalam fase transisi. Apakah langkah ini akan membawa perbaikan atau justru memperparah situasi, hanya waktu yang akan menjawab.***













