Pendekatan Baru Pemkot Surabaya dalam Mengatasi Kenakalan Remaja

PARLEMENTARIA.ID – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi di Jawa Timur, kini tengah menghadapi tantangan terkait perilaku kenakalan remaja. Namun, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan perubahan signifikan dalam menangani isu ini. Dengan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, tren kenakalan remaja mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Perubahan Pola Penanganan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya memimpin inisiatif ini. Kepala DP3APPKB Ida Widayati menjelaskan bahwa kebijakan baru ini telah memberikan hasil nyata. “Tren kenakalan remaja di Surabaya mengalami perbaikan cukup drastis,” ujarnya.

Sebelumnya, anak-anak yang terlibat dalam kasus kenakalan hanya menjalani konseling singkat sebelum dipulangkan. Kini, pola penanganan telah diubah menjadi model pembinaan yang lebih intensif. Anak-anak yang terlibat dalam kasus seperti konsumsi minuman keras, tawuran, atau keterlibatan geng motor, tidak lagi langsung dipulangkan, tetapi ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Program Pembinaan yang Komprehensif

Program pembinaan ini berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama masa tersebut, anak-anak tidak hanya menerima pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan. Pemkot Surabaya memberikan izin bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar.

“Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat, tetapi ada edukasi yang lebih mendalam. Anak-anak kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas, bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan wawasan kebangsaan,” jelas Ida.

Selain itu, program ini telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu dan secara bertahap menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di Rumah Aman kini semakin berkurang, seiring meningkatnya kesadaran dan efek jera dari pendekatan yang diterapkan.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Di samping kebijakan pemerintah, Pemkot Surabaya juga mendorong peran keluarga dan lingkungan melalui edukasi orang tua. Tujuannya adalah agar pengawasan terhadap anak lebih optimal. Dengan kombinasi kebijakan preventif seperti jam malam dan pembinaan yang komprehensif, tren penurunan kenakalan remaja diyakini dapat terus terjaga.

“Kami berharap anak-anak muda bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif. Karena perilaku negatif tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga sangat mempengaruhi kondisi psikologis dan masa depan mereka,” tambah Ida.

Masa Depan Generasi Muda

Dengan pendekatan yang lebih holistik, Pemkot Surabaya berupaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda. Upaya ini bukan hanya tentang menekan perilaku negatif, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab di kalangan remaja.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa perubahan bisa terjadi jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan konsisten. Dengan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Surabaya semakin terwujud.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *