PARLEMENTARIA.ID – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak masyarakat untuk memperkuat tali silaturahim sekaligus meningkatkan kewaspadaan lingkungan, terutama dalam mengantisipasi arus urbanisasi setelah momentum mudik Lebaran. Dalam kegiatan halalbihalal di Balai Kota Surabaya, ia menekankan pentingnya peran aktif RT/RW dalam memastikan setiap pendatang yang masuk ke Surabaya memiliki identitas yang jelas serta tujuan yang pasti.
>“Kami meminta kepada RT/RW, jika ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP-nya harus lapor,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa setiap pendatang, termasuk mereka yang tinggal di rumah indekos, wajib melapor agar mobilitas penduduk tetap terkontrol.
Pentingnya Pengawasan Pendatang
Eri Cahyadi menekankan bahwa pengawasan pendatang menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan tertib administrasi kependudukan. “Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi,” katanya. Ia menilai bahwa pengawasan ini akan membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat.
Nilai-Nilai Ramadhan yang Harus Dipertahankan
Ia juga mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum memperkuat nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadhan, tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. “Di bulan Syawal ini, kita punya semangat untuk saling memaafkan. Saling memaafkan tidak hanya di dalam lisan saja, tapi dalam setiap tingkah dan perbuatan,” ucapnya.
Eri Cahyadi menuturkan bahwa ibadah puasa selama Ramadhan sejatinya melatih pengendalian diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diterapkan setelah Ramadhan berakhir. “Maka setelah bulan Ramadhan, masuk di Syawal ini, mari kita punya semangat yang berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih di Ramadhan untuk kita jalankan di bulan Syawal ini,” katanya.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Sosial
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pihak RT/RW untuk memastikan bahwa setiap pendatang memiliki identitas yang jelas dan tujuan yang jelas. Hal ini bertujuan untuk mencegah peningkatan urbanisasi yang bisa mengganggu keseimbangan sosial dan ekonomi di kota Surabaya.
Tantangan Pasca-Lebaran
Pasca-Lebaran, kota Surabaya menghadapi tantangan dalam mengelola arus pendatang yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang diterapkan oleh pemerintah kota juga perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas penduduk. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak akan mengganggu pelayanan publik, namun tetap memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
Kebijakan yang diambil oleh Pemkot Surabaya pasca-Lebaran bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat. Dengan peran aktif RT/RW dan partisipasi masyarakat, diharapkan kota Surabaya dapat tetap aman, nyaman, dan stabil dalam menghadapi dinamika urbanisasi.***











