Kabar Duka Membuat Keluarga Erick Gozali Berduka

PARLEMENTARIA.ID – Keluarga Erick Gozali dan Linda kembali berduka setelah ibu dari Lim Mei Sia meninggal dunia pada usia 89 tahun. Prosesi kremasi dilaksanakan di Krematorium Lempasing, Kabupaten Pesawaran, Jumat (6/3/2026) pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, jenazah mendiang disemayamkan di Rumah Duka Budi Luhur, Bandar Lampung.

Prosesi kremasi ini menjadi momen yang sangat penting bagi keluarga besar, karena dihadiri oleh banyak kerabat dan sahabat. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang. Selama hidupnya, Lim Mei Sia dikenal sebagai sosok ibu yang penuh kasih sayang dan perhatian terhadap keluarganya. Ia memiliki empat orang anak, tiga menantu, serta delapan cucu yang sangat mencintainya.

Prosesi kremasi sendiri berlangsung dengan khidmat. Dimulai dari doa, pelepasan tabur bunga, sambutan dari keluarga, hingga lepas burung. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dan kerabat keluarga, termasuk Ketua Marga Lim Lampung Rusli Taslim serta Pemimpin Perusahaan Tribun Lampung Erniwaty Madjaga.

Rusli Taslim yang akrab disapa Aliong menyampaikan bahwa Erick Gozali telah melaksanakan kewajibannya dengan baik selama sang ibu sakit hingga berpulang. Menurutnya, ini adalah bentuk bakti anak terhadap orangtuanya dan menjadi contoh bagi generasi muda, terutama Gen Z, agar selalu mengingat dan membaktikan diri kepada orangtua.

“Karena apapun jabatan, kekayaannya, semua berakar dari orangtua. Ibarat pepatah surga di telapak kaki ibu, ini benar,” ujarnya. Ia juga berpesan bahwa siapa pun yang ingin hidup senang dan berkecukupan harus mulai dengan menyayangi dan merawat orangtuanya, terutama saat mereka sakit.

Dalam kesempatan tersebut, Erniwaty Madjaga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengungkapkan rasa prihatin atas kepergian Ibu Lim Mei Sia, yang merupakan sosok ibu yang luar biasa. “Beliau telah membesarkan keluarga dengan penuh kasih sayang. Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kenangan indah dan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan almarhumah dapat terus hidup dalam keluarga. “Semoga segala kebaikan dan kasih yang telah beliau berikan selama hidup menjadi kenangan yang selalu menguatkan keluarga. Kami mendoakan mendiang mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketenangan,” tambahnya.

Prosesi kremasi berlangsung lancar, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari keluarga serta para pelayat yang hadir. Acara ini menjadi momen yang sangat berharga bagi keluarga besar dan para tamu undangan. Mereka bersama-sama menghormati perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Lim Mei Sia sepanjang hidupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *