PARLEMENTARIA.ID – Pada awal bulan Mei 2026, langit malam akan menawarkan pengalaman yang luar biasa bagi para penggemar astronomi dan pengamat langit. Dua fenomena langit yang sangat langka akan terjadi dalam satu bulan, memberikan kesempatan unik untuk menyaksikan keindahan alam semesta.
Bulan Purnama Pertama Tahun Ini: Flower Moon
Bulan purnama pertama pada Mei 2026, dikenal sebagai Flower Moon, mencapai fase penuh pada tanggal 1 Mei. Meski terlihat sempurna sejak malam sebelumnya hingga beberapa hari setelahnya, momen terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat bulan terbit di ufuk timur menjelang senja. Saat itu, bulan akan terlihat lebih mencolok karena posisinya yang rendah di langit.
Nama “Flower Moon” berasal dari tradisi masyarakat di belahan bumi utara, merujuk pada musim bunga yang bermekaran sepanjang Mei. Beberapa budaya juga menyebutnya sebagai Bulan Tanam atau Bulan Telur, yang mencerminkan siklus alam dan kehidupan.
Namun, ada hal yang membuat Flower Moon tahun ini berbeda. Bulan purnama ini termasuk kategori Micromoon, yaitu ketika bulan berada di titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya. Jarak bulan mencapai sekitar 402 ribu kilometer dari Bumi, atau sekitar 5 persen lebih jauh dari rata-rata. Akibatnya, bulan akan tampak sedikit lebih kecil dan redup dibandingkan biasanya, meski perbedaannya tidak terlalu mencolok bagi mata telanjang.
Ilusi Bulan dan Efek Warna
Meski ukuran bulan terlihat lebih kecil, fenomena optik yang dikenal sebagai Moon illusion membuat bulan tetap terlihat besar saat berada di dekat horizon. Selain itu, warna bulan cenderung tampak oranye karena efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi. Hal ini membuat pengamatan bulan menjadi lebih menarik dan indah.
Blue Moon: Fenomena Langka yang Terjadi Dalam Satu Bulan
Selain Flower Moon, Mei 2026 juga akan menghadirkan Blue Moon, yaitu fenomena ketika dua bulan purnama muncul dalam satu bulan kalender. Pada tanggal 31 Mei, akan terjadi Blue Moon yang merupakan fenomena langka dan hanya terjadi sekitar 6 persen dari seluruh fase bulan purnama.
Yang membuatnya semakin unik, Blue Moon kali ini juga merupakan Micromoon, sehingga menjadi bulan purnama terkecil sepanjang tahun 2026. Kombinasi dua fenomena ini menjadikan akhir Mei sebagai salah satu momen langit paling menarik tahun ini.
Tips untuk Mengamati Fenomena Langit
Meski dapat diamati dengan mata telanjang, penggunaan teleskop atau binokular akan membantu melihat detail permukaan bulan, termasuk kawah dan lokasi pendaratan misi Apollo. Pengamatan ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang dinamika alam semesta.
Dengan dua fenomena langit dalam satu bulan, Mei 2026 menjadi waktu yang tepat bagi siapa saja untuk kembali menengok ke langit malam. Dari Flower Moon hingga Blue Moon, langit menawarkan pertunjukan yang sederhana namun penuh makna ilmiah dan keindahan alami.***







