DIAGRAMKOTA.COM – Pascapergi liburan Lebaran, kota-kota besar di Indonesia kembali menghadapi arus balik yang signifikan. Di kawasan Jawa Timur, khususnya Surabaya, stasiun-stasiun KAI Daop 8 menjadi pusat perhatian karena jumlah penumpang yang sangat tinggi. Data terkini menunjukkan bahwa sebanyak 31 ribu penumpang turun di berbagai stasiun pada hari pertama kerja setelah Lebaran.
Volume Penumpang yang Mengkhawatirkan
Menurut data sementara yang dirilis oleh PT KAI Daop 8 Surabaya, total penumpang yang datang dan berangkat mencapai 52.253 orang pada pukul 10.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31.487 penumpang tiba di stasiun dan 20.766 penumpang berangkat. Angka ini masih bisa bertambah seiring dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api hingga malam hari.
Tiga stasiun dengan volume penumpang terbesar adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Masing-masing menerima 15.463, 14.883, dan 7.702 penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa lalu lintas penumpang di wilayah Jawa Timur tetap tinggi meskipun masa liburan telah berakhir.
Puncak Arus Balik Terjadi pada Hari Sebelumnya
Puncak arus balik tercatat pada tanggal 24 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 57.196 orang. Dari angka tersebut, 31.684 penumpang datang dan 25.512 penumpang berangkat. Ini menunjukkan bahwa penggunaan transportasi umum untuk kembali ke kota-kota besar tetap menjadi pilihan utama bagi banyak warga.
Selama periode angkutan Lebaran 2026 dari 11 Maret hingga 25 Maret, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani total 689.315 penumpang. Angka ini terdiri dari 362.961 penumpang yang berangkat dan 326.354 penumpang yang tiba. Jumlah ini menunjukkan bahwa sistem transportasi kereta api masih menjadi salah satu pilihan utama dalam mobilitas penduduk.
Tingkat Penggunaan Tiket yang Tinggi
Penjualan tiket kereta api jarak jauh juga mencatatkan angka yang tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 461.226 tiket telah terjual atau sekitar 82% dari total kapasitas yang tersedia, yaitu 561.528 tempat duduk. Angka ini merupakan akumulasi dari keberangkatan selama periode 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10). Meskipun demikian, penjualan tiket diperkirakan masih akan terus meningkat seiring berlangsungnya masa angkutan Lebaran.
Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya diproyeksikan melayani sebanyak 914.036 penumpang, yang terdiri dari 461.226 penumpang berangkat dan 452.810 penumpang datang. Proyeksi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap transportasi kereta api tetap tinggi bahkan setelah masa liburan.
Tantangan dan Persiapan
Meskipun jumlah penumpang cukup tinggi, manajemen stasiun dan operator kereta api tetap memastikan kelancaran operasional. Mahendro Trang Bawono, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara real-time dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi kemacetan atau gangguan lain.
“Kami terus memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Kami juga siap menghadapi lonjakan penumpang dengan menambah frekuensi perjalanan jika diperlukan,” ujarnya.
Arus balik Lebaran 2026 di kawasan Surabaya dan sekitarnya menunjukkan tingkat mobilitas yang tinggi. KAI Daop 8 Surabaya berhasil mengelola jumlah penumpang yang signifikan dengan memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan pengguna. Dengan proyeksi yang stabil dan persiapan yang matang, transportasi kereta api tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam menghadapi perjalanan jarak jauh.***

>









