PARLEMENTARIA.ID – Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini menjadi alat penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Dengan inisiatif dari organisasi Safinda Entrepreneur, sejumlah besar pelaku usaha mulai mengubah cara mereka memasarkan produk. Tujuan utamanya adalah menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi produksi konten promosi.
Perubahan Mendasar dalam Strategi Pemasaran UMKM
Sebelumnya, banyak pelaku UMKM bergantung pada metode konvensional yang sering kali mahal dan tidak efektif. Namun, dengan adanya teknologi AI, mereka kini bisa menciptakan materi promosi berkualitas tinggi tanpa perlu investasi besar. Hal ini membuka peluang baru bagi bisnis lokal untuk bersaing di pasar digital yang semakin kompetitif.
Pada acara workshop bertajuk “Modal Hape, Rupe Gede” yang diselenggarakan di Gedung MI Safinda, para peserta mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan AI dalam pemasaran. Workshop ini berlangsung selama tiga jam dan melibatkan praktik langsung penggunaan teknologi AI.
Keuntungan Menggunakan AI dalam Bisnis
Menurut Koko Mahargyo, trainer entrepreneur UMKM Surabaya, keterbatasan alat bukan lagi hambatan. Ponsel pintar yang dimiliki oleh pelaku UMKM bisa digunakan untuk menciptakan konten profesional. Teknologi AI memungkinkan mereka memangkas pengeluaran sekaligus mempercepat proses pembuatan konten promosi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi AI bisa menjadi bagian dari ekosistem bisnis Anda,” ujar Koko saat memandu sesi praktik. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan digital agar bisnis tetap relevan dan kompetitif.
Komitmen Yayasan Ponpes Safinda
Ketua Yayasan Ponpes Safinda, Choirul Anam, menyatakan komitmennya untuk mendampingi pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Ia optimis bahwa sinergi antara teknologi dan bisnis lokal akan menjadi jembatan untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Kami mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk maju bersama. Yayasan berkomitmen mendampingi agar unit usaha yang Anda rintis benar-benar berkembang dan naik kelas,” ujarnya di hadapan para peserta.
Program Pendampingan Berkelanjutan
Selain workshop, Safinda Entrepreneur juga menjadwalkan pendampingan internal secara rutin. Tujuannya adalah memastikan para pelaku UMKM benar-benar menjadi pemain aktif dalam ekosistem digital. Dengan demikian, bisnis lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah dominasi produk luar negeri.
Tantangan dan Peluang di Era Digital
Meski ada tantangan, seperti ketatnya persaingan pasar digital, pelaku UMKM kini memiliki peluang untuk berkembang. Dengan penguasaan teknologi, mereka bisa menciptakan konten yang menarik dan efisien, sehingga meningkatkan daya saing dan profitabilitas.
Dalam beberapa waktu ke depan, diharapkan UMKM Surabaya mampu meraih stabilitas finansial yang lebih baik. Dengan dukungan dari organisasi seperti Safinda Entrepreneur, mereka bisa menjawab tantangan era digital dan tetap bertahan di pasar yang dinamis.***












