PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memperkuat nilai-nilai gotong royong melalui inisiatif baru yang diberi nama Kampung Pancasila. Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tingkat warga, khususnya di lingkungan RW (Rukun Warga). Dengan melibatkan pemuda dan sekitar 12.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), program ini menjadi langkah strategis untuk menyebarluaskan prinsip-prinsip Pancasila secara nyata di masyarakat.
Peran Pemuda dan ASN dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat
Salah satu aspek penting dari Kampung Pancasila adalah partisipasi aktif dari generasi muda dan pegawai pemerintah. Sebanyak 12.000 ASN akan bertindak sebagai pendamping di 1.361 RW yang ada di seluruh wilayah Surabaya. Tugas mereka tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan dukungan teknis dan motivasi agar warga bisa lebih terlibat dalam kegiatan sosial.
Pemuda juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mengambil peran dalam membangun komunikasi antarwarga serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya kerja sama. Hal ini dianggap vital karena generasi muda memiliki potensi besar dalam memperkuat ikatan sosial di lingkungan sekitar.
Pendekatan Berbasis Lingkungan dan Ekonomi
Salah satu fokus utama Kampung Pancasila adalah pemberdayaan ekonomi lokal melalui inisiatif ramah lingkungan. Contohnya, Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menyarankan warga untuk memilah sampah di rumah agar dapat dijual atau digunakan kembali. Dengan demikian, sampah bukan hanya menjadi limbah, tetapi juga sumber pendapatan bagi RW.
“Ini bisa menjadi sumber dana tambahan yang bisa digunakan untuk kegiatan sosial,” ujar Eri. Ia mencontohkan bagaimana botol plastik yang dipilah dan dijual bisa menghasilkan uang yang masuk ke kas RW, sehingga mendukung proyek sosial yang bermanfaat bagi warga.
Meningkatkan Solidaritas Sosial Melalui Gotong Royong
Kampung Pancasila juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antarwarga, terutama dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Eri menegaskan bahwa bantuan harus tepat sasaran dan dilakukan langsung oleh warga setempat. Ia menyoroti pentingnya distribusi zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh RW sendiri, bukan lewat lembaga luar.
“Jika kita mengirimkan sedekah ke RW, itu akan lebih efektif dibandingkan mengirimkannya ke tempat lain,” tegas Eri. Menurutnya, hal ini akan memastikan bahwa kebutuhan dasar warga seperti pendidikan dan kesehatan bisa terpenuhi secara langsung.
Pengalaman Pandemi sebagai Inspirasi Utama
Kampung Pancasila lahir dari pengalaman masa pandemi, ketika gotong royong muncul secara spontan di tengah masyarakat. Saat itu, warga saling membantu tanpa perlu intervensi pemerintah. Pengalaman ini kemudian dirumuskan menjadi filosofi program yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Irvan Widyanto, Kepala Satuan Tugas Kampung Pancasila, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat RW. “Tujuan kami adalah memastikan semua elemen masyarakat terlibat, tanpa memandang latar belakang suku atau agama,” ujarnya.
Empat Pilar Utama Kampung Pancasila
Program Kampung Pancasila dibagi menjadi empat pilar utama, yaitu lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Setiap pilar memiliki peran spesifik dalam membangun kualitas hidup warga. Misalnya, di bidang lingkungan, program ini mendorong partisipasi warga dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan. Di bidang sosial budaya, program ini berupaya memperkuat persatuan antarwarga melalui kegiatan bersama.
Keterlibatan Seluruh Elemen Masyarakat
Keberhasilan Kampung Pancasila sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. Eri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada semangat gotong royong warga.
“Surabaya akan sejahtera jika semua elemen masyarakat bekerja sama, mulai dari RT/RW hingga tokoh masyarakat,” tegas Eri. Ia berharap program ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa menciptakan perubahan positif.***








