PARLEMENTARIA.ID – Flamengo, salah satu klub sepak bola terbesar di Brasil, akan memulai perjalanannya di Copa Libertadores 2026 dengan menghadapi Cusco FC. Pertandingan ini berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, pukul 21.30 WIB di Estadio Inca Garcilaso de la Vega, yang berada di ketinggian 3.350 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi para pemain Flamengo, yang harus beradaptasi dengan kondisi udara yang lebih tipis.
>Sejarah dan Kompetensi Cusco FC
Meskipun Cusco FC baru saja berganti nama pada 2019, klub ini memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola. Sebelumnya, mereka dikenal sebagai Real Garcilaso selama 10 tahun sejak didirikan pada 2009. Perubahan nama terjadi setelah munculnya keluhan dari rival, Deportivo Garcilaso, yang sudah berdiri sejak 1957. Sebagai Real Garcilaso, klub ini pernah mencapai perempat final Copa Libertadores pada 2013, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi antar klub Amerika Selatan.
Cusco FC juga memiliki prestasi di level domestik. Mereka pernah menjuarai Copa Peru dua tahun setelah berdiri, lalu promosi ke divisi utama. Setelah sempat terdegradasi pada 2022, klub berhasil kembali ke divisi teratas setahun kemudian.
Ancaman dari Pemain Kunci Cusco FC
Salah satu ancaman terbesar bagi Flamengo adalah penyerang Cusco FC, Facundo Callejo. Pemain asal Argentina ini tampil sangat impresif pada awal 2026, mencetak enam gol dalam sembilan pertandingan, termasuk empat gol dalam tiga laga terakhir. Performanya yang luar biasa mendorong klub untuk memperbarui kontraknya hingga akhir 2027.
Selain Callejo, Cusco FC juga memiliki pemain lain yang patut diwaspadai, seperti gelandang Gabriel Carabajal yang pernah bermain di Brasil, serta striker veteran Juan Manuel Tévez yang berusia 38 tahun. Meskipun usia mereka cukup tua, pengalaman mereka bisa menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Flamengo.
Tantangan Ketinggian di Stadion
Ketinggian stadion menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan ini. Estadio Inca Garcilaso de la Vega adalah salah satu stadion dengan ketinggian tertinggi yang digunakan dalam Copa Libertadores 2026. Ketinggian ini dapat memengaruhi stamina dan pernapasan para pemain, sehingga menjadi keuntungan bagi Cusco FC yang lebih terbiasa dengan kondisi tersebut.
Persiapan dan Strategi Flamengo
Pelatih Flamengo, Leonardo Jardim, telah menghadapi tantangan ketinggian sebelumnya. Pada 2025, ia memimpin Cruzeiro dalam laga Copa Sudamericana melawan Mushuc Runa di Ekuador, yang berada di ketinggian 2.754 meter. Dari pengalaman itu, Jardim memahami kesulitan yang muncul, terutama terkait kecepatan bola dan pernapasan.
Jardim menekankan pentingnya menjaga bola tetap rendah dan memperhatikan pertahanan, terutama terhadap tembakan jarak jauh dan bola mati. Ia juga mengandalkan adaptasi taktis dan kendali permainan untuk mengatasi dampak ketinggian.
Kondisi Pemain Flamengo
Flamengo menghadapi beberapa absen penting dalam laga ini. Gelandang bertahan Jorginho cedera betis kiri, sementara Erick Pulgar masih dalam pemulihan cedera bahu kanan. Di lini belakang, Alex Sandro absen karena masalah otot paha, dan di lini serang, Everton Cebolinha harus menepi akibat patah tulang rusuk. Saúl Ñíguez diharapkan bisa kembali bermain pada Mei mendatang.
Namun, kabar baik datang dari Nicolás De la Cruz, yang dipastikan masuk daftar pemain. Gelandang Uruguay ini memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap efek ketinggian, namun Flamengo telah melakukan persiapan khusus, termasuk menginap di kamar dengan kontrol tekanan udara, untuk memastikan ia dapat bermain optimal.
Prediksi dan Harapan
Sebuah prediksi dari Renascer das Kartu, yang dilakukan oleh tarolog Luiz Filho, menunjukkan adanya keseimbangan dalam pertandingan ini. Meskipun akan ada kelelahan fisik yang signifikan, Flamengo disebut memiliki sedikit keunggulan energi. Luiz Filho menyarankan bahwa kualitas teknis tim dapat mengalahkan kesulitan kondisi jika para pemain mampu menjaga stamina.***













