MDINETWORK – Pertandingan antara AS Monaco dan Olympique Marseille di Ligue 1 pada Minggu, 5 April 2026, akan menjadi momen penting yang menarik perhatian penggemar sepak bola. Dua gelandang muda, Maghnes Akliouche dari Monaco dan Ethan Nwaneri dari Marseille, diharapkan menjadi kunci dalam pertandingan ini. Kedua pemain ini telah menunjukkan performa luar biasa dalam beberapa pertandingan terakhir, memberikan harapan besar bagi tim masing-masing.
Maghnes Akliouche: Pemain Kunci dengan Performa Konsisten
Maghnes Akliouche, gelandang serang andalan AS Monaco, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia mencatatkan dua gol dan satu assist dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk saat Monaco menghadapi Paris Saint-Germain. Keberadaannya di lapangan dianggap sebagai motor utama serangan tim, menjadikannya ancaman serius bagi lini pertahanan Marseille.
Akliouche juga baru saja kembali dari tugas internasional bersama timnas Prancis, di mana ia menyumbangkan satu assist penting saat pertandingan melawan Kolombia. Pelatih AS Monaco, Sébastien Pocognoli, memuji Akliouche sebagai pemain kunci yang memiliki kemampuan pertahanan solid dan fleksibilitas dalam membantu tim. Visi permainan, kecerdasannya dalam mengalirkan bola, dan kemampuannya meliputi hampir seluruh area lapangan menjadikannya ‘faktor X’ yang berpotensi memenangkan pertandingan.
Ethan Nwaneri: Debut Impresif di Marseille
Di sisi lain, Ethan Nwaneri tampil memukau sebagai debutan di Marseille. Meskipun rincian kontrak peminjamannya masih belum jelas, Nwaneri telah membuktikan kemampuannya untuk bersinar di momen-momen penting. Ia berhasil mencetak gol pada debutnya melawan Lens dengan skor akhir 3-1 dan memberikan assist untuk gol ketiga Pierre-Emerick Aubameyang saat melawan Lyon yang berakhir 3-2.
Konsistensinya dalam menciptakan peluang juga terlihat saat Marseille kalah 1-2 dari Lille, di mana Nwaneri berhasil mencetak gol sebelum jeda. Tiga penampilan di pertandingan besar dengan kontribusi langsung pada statistik menegaskan nilai sang gelandang serang, baik sebagai starter maupun dari bangku cadangan. Nwaneri membawa kecepatan dan kemampuan menciptakan ketidakseimbangan, terutama dengan kaki kirinya, yang memberikan nilai tambah bagi OM.
Kematangannya dalam bermain mungkin membuat orang melupakan usianya yang masih 19 tahun dan minimnya pengalaman emosional. Ini terlihat saat perempat final Coupe de France, di mana air mata Nwaneri setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti melawan Toulouse menunjukkan komitmen mendalamnya. Penggemar tidak menyalahkan kegagalannya, mengingat posisi penendang kelima adalah tugas yang berat. Nwaneri diyakini akan menjadi faktor penentu bagi Marseille dalam pertandingan penting ini, yang berpotensi mengamankan posisi podium dan kualifikasi langsung Liga Champions musim depan.
Potensi Kembalinya Paul Pogba ke Lapangan
Selain fokus pada talenta muda, AS Monaco juga berpotensi kembali diperkuat oleh Paul Pogba pada pertandingan melawan Marseille. Kabar tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pelatih Les Monegasques, Sebastien Pocognoli, yang menyatakan pemenang Piala Dunia 2018 itu tersedia akhir pekan ini. Pogba memang sudah lama tidak tampil di tim utama sejak mengalami cedera betis pada awal Desember lalu. Sejak bergabung pada musim panas kemarin dan dikontrak untuk dua tahun ke depan, masalah kebugaran memang menjadi tantangan utamanya. Mantan punggawa Juventus ini baru bermain sekitar 30 menit sejauh ini. Pocognoli menambahkan bahwa Pogba sudah berlatih bersama tim sejak jeda internasional dan ada kemungkinan ia bermain.
Di tengah potensi kembalinya Pogba, ada kabar absennya Kassoum Ouattara. Fullback Monaco ini disebut telah mengakhiri musimnya lebih cepat karena mengalami masalah pada bagian lututnya.
Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedua tim, terutama dalam upaya meraih posisi yang lebih baik di klasemen Ligue 1. Performa akhir pekan ini akan menjadi indikator penting bagi kiprah kedua klub dalam kompetisi musim ini.***


>




