PARLEMENTARIA.ID – Pengangguran di Jawa Timur mencatat penurunan signifikan pada tahun 2025, dengan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,71 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat nasional dan menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi daerah berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja. Pencapaian ini disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di Gedung DPRD Jatim.
Kinerja Ekonomi yang Menggembirakan
Perekonomian Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,33 persen, melampaui target RKPD yang ditetapkan sebesar 4,80 hingga 5,20 persen. Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor investasi, jasa, industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian. Investasi di Jawa Timur mencapai Rp 147,7 triliun pada 2025, angka tertinggi dalam enam tahun terakhir. Kinerja perdagangan juga menguat, dengan nilai ekspor tumbuh 16,61 persen, terutama dari sektor nonmigas.
Perbaikan Indeks Pembangunan Manusia dan Kualitas Layanan Publik
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur mencapai 76,13 atau meningkat 0,78 poin. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang relatif konsisten. Penguatan sumber daya manusia dan pelayanan publik terus didorong melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan.
Kualitas pelayanan publik Jawa Timur berada pada skor 4,75 dari skala 5. Angka ini mencerminkan profesionalitas serta responsivitas tata kelola pemerintahan. Pembangunan sosial dan keberlanjutan lingkungan juga berjalan seimbang, terlihat dari Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebesar 77,49 dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 73,43.
Kebijakan dan Program Strategis yang Mendukung
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa semua capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif, merata, dan berkelanjutan. “Penurunan pengangguran hingga sekitar 90 ribu orang turut memperkuat indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen untuk memperkuat SDM dan pelayanan publik. Selain itu, program-program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski pencapaian positif tercatat, Jawa Timur tetap menghadapi tantangan seperti fluktuasi ekonomi global dan perubahan kebijakan pemerintah pusat. Namun, dengan kebijakan yang proaktif dan program pembangunan yang berkelanjutan, Jawa Timur siap menghadapi tantangan tersebut.
Khofifah menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya berdampak pada angka statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” katanya.
Penurunan tingkat pengangguran di Jawa Timur menjadi indikator kuat bahwa perekonomian daerah sedang bergerak positif. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berbagai program pembangunan yang berkelanjutan, Jawa Timur terus menunjukkan kemampuan untuk menjadi salah satu provinsi yang mendorong pertumbuhan nasional. Kepemimpinan yang baik dan kebijakan yang progresif menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan ini.***

>








