PARLEMENTARIA.ID – Sebanyak 2.612 jemaah haji dari Embarkasi Surabaya resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada tahun 2026. Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap, termasuk lima kelompok terbang (kloter) yang baru saja lepas landas. Setiap kloter diawasi ketat oleh petugas terpadu untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan khusyuknya ibadah selama perjalanan.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan bahwa setiap jemaah didampingi oleh tenaga profesional. Total ada 47 petugas pendamping yang ikut terbang bersama jemaah. Komposisi ini terdiri dari 28 Petugas Kloter, 13 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 6 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Hal ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Fokus pada Kesehatan dan Pelayanan Inklusif
Selain pengawalan ibadah, aspek kesehatan menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. PPIH Embarkasi Surabaya memberikan pendampingan ekstra dan fasilitas prioritas kepada 196 jemaah yang masuk dalam kategori lansia maupun penyandang disabilitas. Pendampingan ini mencakup pemeriksaan kesehatan rutin serta akses ke layanan medis yang memadai selama proses karantina dan transit di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Hingga laporan pemberangkatan Kloter 7 dirilis, PPIH memastikan tidak ada catatan jemaah yang wafat selama proses karantina maupun transit. Kondisi kesehatan para jemaah secara umum terpantau sangat baik, sehingga memungkinkan proses pemberangkatan berjalan lancar dan aman.
Peran Keluarga dalam Memantau Kondisi Jemaah
PPIH Embarkasi Surabaya mengimbau pihak keluarga di tanah air untuk memantau perkembangan kondisi jemaah secara berkala melalui saluran informasi dan media sosial resmi milik Kementerian Agama. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, keluarga dapat mendapatkan update terkini tentang kondisi jemaah selama menjalani ibadah haji.
Penyediaan Infrastruktur dan Logistik
Pertamina telah menyiapkan sebanyak 9.000 kiloliter avtur di Surabaya untuk mendukung operasional penerbangan jemaah haji. Persiapan infrastruktur dan logistik ini merupakan bagian dari upaya menyelenggarakan ibadah haji dengan optimal dan sesuai standar internasional.
Peran PPIH dalam Menjamin Kualitas Pelayanan
PPIH Embarkasi Surabaya terus memperkuat sistem pelayanan agar mampu memenuhi harapan jemaah. Selain itu, mereka juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait seperti otoritas bandara, rumah sakit, dan lembaga pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan segala aspek terkait pemberangkatan jemaah haji berjalan dengan baik.
Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan
Proses pemberangkatan jemaah haji tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dilakukan secara berkala. PPIH akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ibadah haji guna memperbaiki kualitas pelayanan dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian, setiap jemaah dapat merasa nyaman dan aman selama menjalani ibadah di Tanah Suci.***











