PARLEMENTARIA.ID – Film The Devil Wears Prada 2 yang baru saja dirilis telah menarik perhatian publik dengan kritik terhadap pasangan Jeff dan Lauren Sánchez Bezos. Film ini dianggap sebagai representasi satir dari kekuasaan dan gaya hidup pasangan pengusaha kaya raya tersebut. Meskipun belum ada penilaian resmi, beberapa sumber menyebutkan bahwa film ini menggambarkan para tokoh fiksi dengan ciri-ciri mirip dengan Jeff dan Lauren Bezos.
Gaya Hidup yang Menggambarkan Pasangan Bezos
Dalam film ini, karakter Emily Blunt yang dulu menjadi asisten pribadi Miranda Priestly (Meryl Streep) kini berubah menjadi sosok yang lebih kaya dan bergaya. Ia kini tinggal di bawah naungan merek mode ternama seperti Christian Dior. Karakternya juga digambarkan sebagai pasangan seorang miliarder teknologi yang dipengaruhi oleh profil Jeff Bezos dan Elon Musk. Aktor Justin Theroux memainkan peran ini, dan ia tampak mengalami transformasi fisik yang signifikan dalam film tersebut.
Selain itu, Lucy Liu juga ikut serta dalam film ini sebagai mantan istri tokoh utama, yang dianggap sebagai representasi dari MacKenzie Scott, mantan istri Jeff Bezos. Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang sukses secara finansial namun memiliki nilai-nilai sosial yang tinggi.
Hubungan dengan Dunia Mode dan Media
Film ini juga mencerminkan hubungan antara pasangan Bezos dengan dunia mode dan media. Dalam laporan The New York Times, disebutkan bahwa Lauren Sánchez Bezos kini tampil lebih percaya diri dan sering muncul di publik bersama Jeff Bezos. Mereka diketahui sering menghabiskan waktu bersama di megayacht mereka, dan bahkan dilaporkan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Anna Wintour, editor Vogue.
Bezos sendiri dikenal sebagai pemilik Amazon, yang juga memiliki pengaruh besar di dunia media. Pada tahun 2013, ia membeli The Washington Post, yang awalnya dianggap sebagai langkah positif. Namun, belakangan ini, terdapat banyak isu tentang pengurangan tenaga kerja dan pengaruh politik yang dialami oleh media tersebut.
Kritik terhadap Kekayaan dan Pengaruh Pasangan Bezos
Film ini juga menyoroti kritik terhadap kekayaan dan pengaruh pasangan Bezos. Dalam beberapa acara, termasuk Met Gala, mereka menjadi sponsor utama. Tapi, ada pula kelompok aktivis yang menentang kehadiran mereka, karena dugaan eksploitasi pekerja di gudang Amazon dan dukungan terhadap Departemen Keamanan Nasional dalam kasus deportasi.
Pada acara pernikahan mereka di Venesia pada 2025, terjadi protes dari warga setempat yang mengecam biaya pernikahan yang sangat mahal dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini menunjukkan bahwa popularitas pasangan ini tidak selalu mendapat dukungan dari semua kalangan.
Peran Anna Wintour dalam Film
Anna Wintour, yang dikenal sebagai sosok penting dalam dunia mode, juga terlibat dalam promosi film ini. Dalam edisi terbaru Vogue, ia muncul bersama Meryl Streep untuk mempromosikan film ini. Ini menunjukkan bahwa meskipun film ini mengkritik kekuasaan pasangan Bezos, Wintour tetap memberikan dukungan untuk proyek ini.
Film The Devil Wears Prada 2 tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi refleksi dari dinamika kekuasaan dan pengaruh di dunia mode dan bisnis. Dengan menggambarkan karakter-karakter yang mirip dengan Jeff dan Lauren Bezos, film ini membuka diskusi tentang bagaimana kekayaan dan status dapat memengaruhi persepsi publik dan media. Meski demikian, film ini juga menunjukkan bahwa kekuasaan tidak selalu bisa menghindari kritik dan protes dari masyarakat.***






