MDINETWORK – Kemenangan dramatis Inter Milan dalam pertandingan melawan Como di Serie A 2026-27 menjadi momen penting dalam perjalanan klub ini menuju gelar juara. Meski sempat tertinggal 2-0, tim asuhan Simone Inzaghi berhasil membalikkan situasi dengan kinerja luar biasa dari dua pemain utamanya, Marcus Thuram dan Denzel Dumfries.
>Pertandingan yang berlangsung di Stadio Ciro Vigano pada hari Minggu, 12 April 2026, menunjukkan bagaimana Inter bisa mengubah arah pertandingan. Dengan skor akhir 4-3, Inter kini memiliki keunggulan sembilan poin atas Nápoles, yang berada di posisi kedua. Kemenangan ini juga membuat Inter mendekati gelar juara Serie A dengan jarak yang sangat besar.
Performa Mengesankan Nico Paz
Nico Paz, pemain bintang Como yang dipimpin oleh Cesc Fàbregas, menjadi sorotan utama dalam babak pertama. Pemain asal Argentina ini mencatatkan dua gol yang mengantarkan Como unggul 2-0. Gol pertama tercipta setelah ia melakukan umpan silang yang diambil oleh Alex Valle, sementara gol kedua datang dari aksi individu yang luar biasa, dengan bola yang diterima dari penjaga gawang Jean Butez.
Namun, meskipun mampu unggul, kesalahan defensif Como memperparah situasi. Kiper Yann Sommer dari Inter Milan melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk saat menghalau tendangan keras Nico Paz.
Remontada yang Luar Biasa
Setelah jeda, Inter langsung bangkit. Marcus Thuram mencetak gol pertama pada menit ke-46, menyusul umpan Nicolo Barella. Dalam waktu singkat, Thuram kembali mencatatkan gol kedua di menit ke-49, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-2.
Denzel Dumfries kemudian membawa Inter memimpin pada menit ke-59, setelah menerima umpan dari Hakan Çalhanoglu. Di menit ke-72, Dumfries mencatatkan gol keduanya dalam pertandingan ini, memastikan kemenangan Inter.
Komentar dari Pemain dan Pelatih
Meski kalah, Nico Paz tetap memberikan komentar yang menarik. Ia mengakui bahwa timnya memiliki peluang untuk meraih hasil lebih baik, meskipun kekalahan ini menjadi tantangan berat. “Saya pikir kami punya peluang untuk menciptakan lebih banyak gol,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Inter, Simone Inzaghi, mengapresiasi performa para pemainnya. “Ini adalah kemenangan penting. Kami tahu Como adalah tim kuat, tapi kami mampu membalikkan situasi,” katanya.
Persaingan di Papan Atas
Dengan kemenangan ini, Inter kini memiliki keunggulan signifikan atas Nápoles. Tim asuhan Luciano Spalletti masih berada di posisi kedua, namun jarak antara kedua klub terasa jauh. Juventus, yang berada di posisi ketiga, juga ketinggalan jauh dari Inter.
Pertandingan ini juga menunjukkan bahwa Inter tidak terpengaruh oleh absennya Lautaro Martínez. Bahkan tanpa striker utama mereka, Inter tetap mampu mempertahankan dominasi mereka di Serie A.
Jadwal Ke depan
Inter dan Como akan kembali bertemu dalam pertandingan semifinal Coppa Italia pada 21 April. Pertemuan ini akan menjadi ajang balas dendam bagi Inter, yang ingin memastikan gelar juara Serie A secepat mungkin.
Dengan performa yang konsisten, Inter semakin dekat dengan gelar juara Serie A. Kemenangan ini bukan hanya tentang poin, tapi juga tentang mentalitas dan kerja sama tim yang luar biasa.












