PARLEMENTARIA.ID – Di tengah persaingan sengit dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA), Ilia Topuria, petarung UFC yang sedang naik daun, memberikan pujian luar biasa kepada rivalnya, Islam Makhachev. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan antara keduanya, Topuria tetap menghargai kemampuan Makhachev sebagai salah satu petarung terbaik di kelas ringan.
Perkembangan Persaingan Antara Topuria dan Makhachev
Topuria menjadi juara kelas ringan setelah mengalahkan Charles Oliveira di UFC 317, menggantikan posisi Makhachev. Awalnya, pertarungan besar antara kedua petarung ini direncanakan untuk digelar di acara UFC Gedung Putih pada Juni 2026. Namun, rencana tersebut gagal terwujud karena perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.
Makhachev mengklaim bahwa Topuria meminta bayaran yang terlalu tinggi untuk pertandingan tersebut, sementara Topuria menuding Makhachev menggunakan cedera tangan sebagai alasan untuk menghindari pertarungan. Dana White, CEO UFC, membantah klaim Makhachev, tetapi situasi tetap tidak jelas.
Penjelasan dari Manajer Topuria
Malki Kawa, manajer Ilia Topuria, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang negosiasi pertarungan UFC Gedung Putih. Ia menyatakan bahwa pertarungan melawan Makhachev sebenarnya tidak pernah menjadi opsi yang konkret. Menurut Kawa, tawaran pertarungan datang, tetapi kondisi Makhachev yang cedera tangan membuatnya tidak bisa bertanding.
Dalam wawancara Instagram Live, Kawa menceritakan bahwa ia dihubungi oleh UFC mengenai partisipasi Topuria pada acara tersebut. UFC menawarkan pilihan antara Justin Gaethje atau Islam Makhachev. Topuria ingin melawan Makhachev, tetapi kemudian diketahui bahwa Makhachev mengalami cedera tangan.
Pengakuan Topuria Terhadap Makhachev
Meski ada ketegangan, Topuria tetap menghargai status Makhachev sebagai petarung terbaik di kelas ringan. Ia menyatakan, “Saya ingin menguji diri saya melawan seseorang yang telah mendominasi divisinya begitu lama, karena dia adalah juara di divisi tempat saya berada.”
Topuria juga menambahkan, “Apa yang lebih baik daripada mengukur diri saya melawan seseorang yang memiliki rekor seperti dia? Saya melihatnya murni dari sudut pandang olahraga.” Ia bahkan menyebut Makhachev sebagai “bakat, seseorang dengan keterampilan nyata di dalam Octagon.”
Potensi Pertarungan Masa Depan
Kawa mengklarifikasi bahwa negosiasi pada Jumat malam sebelum pengumuman resmi di UFC 326 pada Maret 2026 adalah untuk pertarungan Topuria melawan Justin Gaethje. Gaethje menjadi juara interim kelas ringan setelah mengalahkan Paddy Pimblett di UFC 324 pada Januari.
Manajer Topuria juga mengungkapkan bahwa Topuria masih sangat menginginkan pertarungan melawan Makhachev setelah UFC Gedung Putih, jika semuanya berjalan lancar di bulan Juni. “Setiap orang setuju bahwa Islam dan Ilia mungkin adalah pertarungan terbesar dalam sejarah UFC,” kata Kawa.
Ambisi Topuria untuk Naik Kelas
Selain itu, Topuria memiliki ambisi untuk naik ke kelas 170 pon, melawan Makhachev di sana, dan memenangkan sabuk ketiga untuk mencapai sejarah. Kawa menjelaskan bahwa timnya meminta angka yang “sangat masuk akal” untuk pertarungan tersebut.
Persaingan di Kelas Berat
Sementara itu, Alex Pereira akan memiliki kesempatan untuk menjadi petarung pertama yang meraih tiga gelar juara UFC. Ia akan menghadapi Ciryl Gane untuk memperebutkan gelar kelas berat interim di Gedung Putih, sebagai acara co-main sebelum Topuria kembali untuk menyatukan gelar kelas ringan melawan Justin Gaethje.***


>










