PARLEMENTARIA.ID – Met Gala 2026 telah berakhir dengan penuh keindahan dan kesan mendalam. Acara tahunan ini selalu menjadi ajang yang menghadirkan karya seni melalui busana, dan tahun ini tidak terkecuali. Dengan tema “Costume Art” yang menggambarkan peran pakaian dalam menyampaikan narasi, para tamu undangan memperlihatkan penampilan yang luar biasa, baik itu dari segi desain maupun maknanya.
Inspirasi dari Seni dan Budaya
Banyak dari penampilan yang menonjol berasal dari inspirasi seni dan budaya. Misalnya, Emma Chamberlain tampil dalam gaun Mugler yang dipahat secara manual dan terinspirasi dari koleksi arsip Mugler tahun 1997. Sementara itu, Ashley Graham mengenakan gaun Di Petsa yang dibuat tanpa zipper, sebuah inovasi yang menunjukkan ketekunan dan keahlian pembuatnya.
Cara Delevingne juga memilih gaun Ralph Lauren yang merujuk pada gaya Rooney Mara dalam edisi Vogue November 2011. Hal ini menunjukkan bahwa banyak desainer mengambil referensi dari masa lalu untuk menciptakan karya yang relevan dan kontemporer.
Kombinasi Antara Teknologi dan Tradisi
Beberapa penampilan menggabungkan teknologi dengan tradisi. Contohnya, Jisoo tampil dalam gaun Dior yang didesain dengan kain gazar dan dihiasi dengan aksen bunga. Sementara itu, Janelle Monáe mengenakan gaun Christian Siriano yang merupakan kombinasi antara teknologi dan flora, dengan elemen seperti kabel listrik dan suku-suku tanaman.
SZA memilih gaun Bode yang terbuat dari bahan-bahan vintage yang diperoleh dari eBay. Ini menunjukkan bahwa seni mode bisa hadir dalam bentuk yang ramah lingkungan dan bernilai historis.
Penampilan yang Menjadi Ikonik
Beberapa penampilan mencuri perhatian karena keunikan dan detailnya. Rihanna tampil dalam gaun Maison Margiela yang terinspirasi dari arsitektur abad pertengahan di Flounders, Belgia. Sementara itu, Aariana Rose Philip mengenakan gaun Collina Strada yang mengingatkan pada gaya film era 1930-an.
Nicole Kidman tampil dalam gaun Chanel yang membutuhkan 800 jam kerajinan tangan untuk membuatnya. Gaun ini juga menjadi debut Matthieu Blazy sebagai desainer Chanel di acara tersebut. Adut Akech juga menjadi sorotan dengan gaun Thom Browne yang mengangkat tema “Pregnant Body” dari pameran Costume Art.
Penghargaan untuk Kreativitas dan Inovasi
Kreativitas dan inovasi menjadi kunci dari beberapa penampilan yang memperoleh apresiasi. Contohnya, Beyoncé tampil dalam gaun Olivier Rousteing yang terinspirasi oleh tulang belakang, sementara Chase Infiniti memakai gaun Thom Browne yang menggunakan 1,5 juta sequin dan frasa berwarna-warni.
Selain itu, Lisa tampil dalam gaun Robert Wun yang terinspirasi dari gerakan tari tradisional Thailand. Sementara itu, Lindsey Vonn memperlihatkan gaun Thom Browne yang menggambarkan tubuh klasik melalui efek trompe l’oeil marbling.
Kesenian yang Menggambarkan Identitas
Penampilan lainnya juga menggambarkan identitas dan nilai-nilai pribadi. Contohnya, Venus Williams mengenakan gaun Swarovski yang memiliki simbol-simbol yang mewakili hidupnya, termasuk Watts Tower di Los Angeles. Sementara itu, Sinéad Burke tampil dalam gaun Christian Siriano yang menggambarkan bentuk tubuhnya dalam bentuk mannequin.
Beyoncé dan Madonna juga menjadi ikon dalam penampilan mereka. Beyoncé memakai gaun yang terinspirasi oleh tulang belakang, sedangkan Madonna tampil dalam gaun Saint Laurent dengan gaun panjang dramatis yang mengingatkan pada lagu “Like a Virgin.”
Met Gala 2026 tidak hanya sekadar pesta mode, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan seni, budaya, dan identitas. Setiap penampilan yang hadir memberikan cerita unik dan menggambarkan peran pakaian sebagai medium ekspresi diri. Dengan tema “Costume Art,” acara ini menunjukkan betapa pentingnya seni dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia mode.***












