DPRD Surabaya: Pemantauan PJU Tantangan dan Solusi yang Dicari

PARLEMENTARIA.ID – Penerangan jalan umum (PJU) menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Di Kota Surabaya, seiring dengan rencana pemerintah untuk menambah jumlah titik PJU, muncul kebutuhan akan sistem pemantauan yang lebih efisien dan cepat. DPRD Surabaya memberikan masukan terkait hal ini, mengingat pertumbuhan jumlah lampu jalan yang signifikan.

Penambahan Titik PJU yang Signifikan

Sejauh ini, jumlah PJU di Surabaya telah mencapai 123.814 titik. Rencana penambahan sebanyak 10.000 titik pada tahun 2026 menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur. Namun, Eri Irawan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, menilai bahwa jumlah tersebut tidak cukup jika tidak disertai dengan sistem pengelolaan yang optimal.

“Ke depan tidak boleh lagi menunggu laporan masyarakat. Harus ada sistem yang bisa memantau secara langsung, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Sistem Digital untuk Pemantauan Real-Time

Eri menekankan perlunya sistem digital yang mampu mendeteksi titik PJU yang padam secara real-time. Hal ini akan membantu pemerintah dalam merespons masalah secara cepat, tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. Penggunaan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan PJU.

Masalah yang Masih Terjadi

Meski jumlah PJU meningkat, masih ada beberapa wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau. Di kawasan permukiman, terutama gang sempit di bawah dua meter, masih ditemukan penerangan yang berasal dari swadaya warga. Eri menyoroti pentingnya memastikan bahwa seluruh area dapat memiliki penerangan yang memadai.

“Kami akan mengawal agar ini berjalan optimal, karena sumber dananya adalah uang rakyat,” tambahnya.

Peningkatan Kualitas Pemeliharaan

Selain penambahan titik PJU, Eri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemeliharaan. Ia menyebut contoh keluhan masyarakat terkait PJU di underpass Mayjen Sungkono yang sempat padam, meski telah ditangani cepat oleh Dinas Perhubungan. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan kapasitas tim respons cepat.

Penguatan Tim Respons Cepat

Saat ini, penanganan PJU dibagi dalam tujuh rayon yang mencakup kawasan timur, barat, utara, selatan, dan pusat kota. Eri menilai bahwa tim tersebut perlu diperkuat, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, agar mampu siaga 24 jam, terutama di jalur utama, underpass, dan kawasan rawan kecelakaan serta kriminalitas.

Audit Infrastruktur Berkala

Selain itu, DPRD juga mendorong dilakukannya audit infrastruktur secara berkala, termasuk pengecekan jaringan listrik, lampu, dan panel kontrol, khususnya saat musim penghujan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sistem tetap berjalan dengan baik dan aman.

Keberhasilan Kombinasi Strategi

Eri optimistis bahwa kombinasi antara penambahan PJU baru dan penguatan sistem pemantauan serta pemeliharaan berbasis teknologi akan mampu meningkatkan kualitas penerangan jalan di Surabaya secara menyeluruh. Dengan demikian, mobilitas warga dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *