PARLEMENTARIA.ID – Barcelona berhasil melangkah ke final Liga Champions Wanita setelah mengalahkan Bayern Munich dalam pertandingan semifinal yang penuh drama. Kemenangan 4-2 di Camp Nou, dengan agregat 5-3, membawa klub asal Spanyol ini menuju laga final keenam berturut-turut. Pertandingan ini menandai kembalinya Barcelona sebagai salah satu tim terkuat di Eropa dalam sepak bola wanita.
Pertandingan ini berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Barcelona tampil dominan dalam babak pertama, dengan Caroline Graham Hansen dan Salma Paralluelo menjadi penghubung utama serangan. Ewa Pajor juga memberikan ancaman nyata dengan kemampuannya mencetak gol. Alexia Putellas, kapten Barcelona, memperlihatkan performa gemilang dengan mencetak dua gol dalam pertandingan ini.
Namun, Bayern Munich tidak menyerah begitu saja. Mereka membalas dengan gol dari Pernille Harder pada menit ke-71. Meski demikian, Barcelona tetap unggul secara statistik. Mereka menghasilkan 23 tembakan dibandingkan 12 tembakan dari Bayern Munich, serta memiliki xG (expected goals) yang jauh lebih tinggi.
Kembali Bertemu dengan Jonatan Giráldez
Final Liga Champions Wanita musim ini akan menjadi pertemuan antara Barcelona dan OL Lyonnes. Ini adalah pertemuan ketiga antara kedua tim dalam lima tahun terakhir. Namun, kali ini ada twist yang menarik: pelatih OL Lyonnes, Jonatan Giráldez, pernah menjadi bagian dari staf pelatih Barcelona sebelumnya. Ia meninggalkan Barcelona pada 2024 untuk bergabung dengan Washington Spirit, namun kini kembali ke Eropa.
Perjumpaan ini memunculkan nostalgia bagi para pemain Barcelona. Aitana Bonmatí, yang baru saja kembali dari cedera, menyebut pertemuan ini sebagai momen penting. “Kami sedang membangun sesuatu yang tidak biasa,” katanya. “Ini menunjukkan ambisi tim kami untuk terus menjaga standar yang tinggi.”
Performa Menonjol Alexia Putellas
Alexia Putellas menjadi bintang utama dalam pertandingan ini. Ia mencetak dua gol dan memberikan assist, membuatnya menjadi pemain paling produktif di Liga Champions musim ini. Selain itu, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Barcelona, hanya kalah dari Lionel Messi.
Putellas juga mengakhiri pertandingan dengan reaksi yang menunjukkan ketidakpastian tentang masa depannya di klub. Kontraknya akan habis pada akhir musim ini, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda penawaran perpanjangan kontrak.
Kembalinya Aitana Bonmatí
Aitana Bonmatí, yang absen sejak November lalu karena cedera, kembali bermain dalam pertandingan ini. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak positif. Meski tidak banyak mendapat kesempatan emas, ia tampak senang bisa kembali berlaga di ajang besar.
“Untuk mencapai enam final berturut-turut adalah hal yang luar biasa,” ujarnya. “Kami sedang mengubah sesuatu yang tidak biasa menjadi hal yang biasa.”
Persaingan yang Seru
Laga final antara Barcelona dan OL Lyonnes akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. Kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang dalam sepak bola wanita Eropa. Sebelumnya, Lyonnes memenangkan final pada 2019 dan 2022, sementara Barcelona memenangkan final pada 2024.
Kini, baik Barcelona maupun Lyonnes merasa sebagai tim terbaik di Eropa. Laga final pada 23 Mei nanti akan menentukan siapa yang benar-benar menjadi raja sepak bola wanita Eropa.***












