MDINETWORK – Pasar mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan persaingan antar merek semakin ketat. Pada Februari 2026, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatatkan penjualan wholesales mobil listrik BEV sebesar 12.272 unit, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Pasar yang Mengesankan
Penjualan mobil listrik mengalami kenaikan 135,8% secara year-on-year (yoy) dan 19,8% secara month-to-month (mtm). Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai lebih memilih kendaraan berbasis baterai sebagai alternatif untuk transportasi harian. Hal ini juga didorong oleh kesadaran akan lingkungan serta pengurangan ketergantungan pada bahan bakar minyak.
BYD Tetap Memimpin, Namun Jaecoo Mulai Muncul
Meskipun BYD masih menjadi pemain utama dalam pasar mobil listrik nasional, dengan penjualan sebanyak 4.653 unit pada Februari 2026, perusahaan asal Tiongkok lainnya seperti Jaecoo mulai menunjukkan tajamnya kompetisi. Jaecoo berhasil menjual 2.926 unit pada bulan tersebut, terutama didorong oleh model Jaecoo J5 EV.
Model-model seperti Atto 1, Atto 3, M6, Sealion 7, Seal, dan Dolphin menjadi andalan BYD dalam meraih pangsa pasar. Di sisi lain, Wuling, Geely, dan VinFast tetap menjadi bagian dari sepuluh merek terlaris di pasar mobil listrik Indonesia.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Industri
Kebijakan pemerintah berperan penting dalam mengatur perkembangan industri mobil listrik. Fasilitas insentif impor kendaraan listrik utuh (CBU) telah berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan masuknya masa transisi hingga 31 Desember 2027, produsen kendaraan listrik wajib merealisasikan komitmen produksi lokal dengan skema 1:1 sesuai peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Kewajiban ini mencakup kesetaraan spesifikasi teknis, termasuk daya motor listrik dan kapasitas baterai. Jika tidak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi sebagai sanksi.
Tren Penjualan dan Proyeksi Masa Depan
Selama dua bulan pertama 2026, penjualan wholesales mobil mencapai 147.631 unit, naik 9,9% yoy. Sementara itu, penjualan ritel pada Januari-Februari 2026 mencapai 145.228 unit, meningkat 8,45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah dinamika ini, Jaecoo menargetkan penambahan 80 dealer di seluruh Indonesia pada 2026. Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan untuk memperluas akses ke konsumen di kota-kota lapis kedua.
Merek-Merek Teratas di Pasar Mobil Listrik
Berikut adalah daftar 10 merek mobil listrik terlaris di Indonesia pada Februari 2026:
- BYD: 4.653 unit
- Jaecoo: 2.926 unit
- Wuling: 1.124 unit
- Geely: 1.111 unit
- Aion: 921 unit
- Denza: 270 unit
- Xpeng: 219 unit
- Chery: 179 unit
- Changan: 130 unit
- VinFast: 121 unit
Perkembangan Teknologi dan Infrastruktur
Perkembangan infrastruktur pendukung mobil listrik juga mulai berkembang. Misalnya, TelkomGroup dan Huawei baru-baru ini menandatangani MoU untuk pengembangan infrastruktur digital. Ini diharapkan dapat mendukung integrasi teknologi dalam industri otomotif.
Sementara itu, banyak produsen mobil listrik mulai fokus pada inovasi teknologi, seperti sistem pengisian cepat dan baterai dengan kapasitas lebih besar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan potensi besar dengan pertumbuhan yang signifikan. Meski BYD masih memimpin, kompetitor seperti Jaecoo dan merek-merek China lainnya mulai menunjukkan dominasi mereka. Dengan dukungan dari pemerintah dan perkembangan teknologi, industri ini diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.***

>


