PARLEMENTARIA.ID – Rute pelayaran antar kota di wilayah Papua kembali memperluas akses transportasi laut. Salah satu rute yang menjadi fokus adalah Tual ke Timika, yang dilayani oleh dua kapal pelni yaitu KM Tatamailau dan KM Sirimau. Jadwal pelayaran ini menawarkan opsi perjalanan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan darat melalui laut.
Informasi Terkini tentang Rute Tual ke Timika
KM Tatamailau dan KM Sirimau akan beroperasi pada bulan April 2026. Kedua kapal ini memberikan layanan yang nyaman dan terjangkau, terutama untuk penumpang kelas ekonomi. Selain itu, ada promo diskon 30 persen untuk tiket kelas ekonomi selama masa Lebaran 2026. Dengan diskon tersebut, harga tiket kelas ekonomi untuk rute Tual ke Timika menjadi Rp167.400.
Jadwal Keberangkatan dan Waktu Tempuh
Berikut adalah jadwal keberangkatan dan waktu tempuh dari KM Tatamailau dan KM Sirimau:
- KM Tatamailau
- Kelas Ekonomi (E)
- Waktu Berangkat: Rabu, 01 April 2026 pukul 07.00
- Waktu Tiba: Kamis, 02 April 2026 pukul 12.00
- Waktu Tempuh: 01 hari 05 jam 00 menit
-
Harga Tiket: Rp167.400
-
KM Sirimau
- Kelas Ekonomi (E)
- Waktu Berangkat: Rabu, 08 April 2026 pukul 04.00
- Waktu Tiba: Kamis, 09 April 2026 pukul 16.00
- Waktu Tempuh: 01 hari 12 jam 00 menit
- Harga Tiket: Rp235.500
Tips untuk Penumpang
Bagi penumpang yang ingin menggunakan layanan kapal pelni, penting untuk memastikan informasi terbaru mengenai jadwal dan harga tiket. Harga dan jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan informasi terkini, pengguna bisa mengakses aplikasi Pelni Mobile atau situs resmi pelni.co.id.
Peran Kapal Pelni dalam Pengembangan Wilayah Papua
Kapal pelni tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan ekonomi dan sosial di wilayah Papua. Dengan adanya layanan transportasi laut yang andal, masyarakat dapat lebih mudah bergerak, baik untuk keperluan bisnis maupun kebutuhan sehari-hari.
Perspektif Masyarakat
Salah satu narasumber dari wilayah Jayapura menyampaikan bahwa kehadiran kapal pelni sangat membantu masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Dengan adanya kapal pelni, kami bisa lebih mudah mengakses berbagai kebutuhan tanpa harus melewati jalur darat yang sering macet,” ujarnya.***

>




