MDINETWORK – PT Petrosea Tbk (PTRO) telah mengambil langkah penting dalam memperluas portofolio bisnisnya dengan membentuk lini bisnis baru berupa Engineering, Procurement, Construction, dan Installation (EPCI) di sektor migas lepas pantai. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan akuisisi tiga perusahaan, yaitu Hafar, HBS, dan Scan-Bilt. Pengembangan bisnis ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar energi.
Pendirian Lini Bisnis EPCI Migas Lepas Pantai
Pembentukan lini bisnis EPCI migas lepas pantai menjadi fondasi awal bagi PTRO dalam memasuki sektor energi yang lebih luas. Direktur PTRO, Kartika Hendrawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk memperkuat keberlanjutan usaha perusahaan. “Dengan selesainya akuisisi Hafar, perusahaan membentuk lini bisnis baru yaitu EPCI migas lepas pantai sebagai fondasi awal bagi pengembangan portofolio usaha ke sektor migas lepas pantai,” ujar Kartika.
Lini bisnis ini dirancang untuk mengakomodasi proyek-proyek besar di sektor migas, termasuk konstruksi dan instalasi infrastruktur lepas pantai. Hal ini juga menjadi bentuk komitmen PTRO untuk menjaga ketahanan dan pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.
Diversifikasi Usaha sebagai Pilar Utama
Selain memperluas cakupan bisnis, PTRO juga fokus pada diversifikasi usaha sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan. Presiden Direktur PTRO, Michael, menegaskan bahwa strategi ini sangat penting untuk kesinambungan pertumbuhan perusahaan ke depan. “Momentum ini juga menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan,” tambahnya.
Diversifikasi usaha ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha, tetapi juga membuka peluang untuk ekspansi pasar secara regional. Dengan adanya lini bisnis baru, PTRO berharap dapat meningkatkan daya saing di pasar energi yang semakin kompetitif.
Kinerja Keuangan yang Menjanjikan
Kinerja keuangan PTRO pada tahun 2025 menunjukkan hasil positif yang mencerminkan keberhasilan strategi bisnis perusahaan. Laba bersih perusahaan mencapai US$28,81 juta atau sekitar Rp483,3 miliar, naik signifikan sebesar 197% dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga meningkat pesat, mencapai US$886,46 juta atau sekitar Rp14,8 triliun, naik sekitar 28% dari pendapatan tahun 2024.
Peningkatan pendapatan ini didorong oleh peningkatan aktivitas proyek serta jasa penunjang pertambangan, yang menjadi sumber pendapatan utama perusahaan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan telah memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan.
Peluang Pertumbuhan di Sektor Energi
Dengan pembentukan lini bisnis EPCI migas lepas pantai, PTRO memiliki peluang besar untuk berkembang di sektor energi. Proyek-proyek lepas pantai sering kali membutuhkan kapasitas teknis dan manajerial yang tinggi, dan PTRO siap memenuhi tantangan tersebut. Selain itu, pengembangan bisnis ini juga akan membuka peluang kerja dan investasi baru di sektor energi.
Perusahaan juga berencana untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke kawasan regional. Dengan demikian, PTRO tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga berupaya menjadi pemain utama di pasar internasional.
Strategi perluasan bisnis PT Petrosea melalui pembentukan lini bisnis EPCI migas lepas pantai menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga ketahanan dan pertumbuhan jangka panjang. Dengan akuisisi Hafar dan perusahaan lainnya, PTRO siap memperkuat posisinya di pasar energi. Kinerja keuangan yang positif dan rencana ekspansi pasar menunjukkan bahwa perusahaan sedang dalam jalur yang tepat untuk mencapai tujuan jangka panjangnya.***


>









