MDINETWORK – Puncak arus balik Lebaran 2026 telah terjadi di wilayah Daop 8 Surabaya, dengan jumlah penumpang kereta api mencapai angka yang sangat tinggi. Berdasarkan data yang dirilis oleh pihak perusahaan, total penumpang yang berada di wilayah tersebut mencapai 54.114 orang pada Selasa (24/3/2026). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari hari-hari sebelumnya.
Kondisi Stasiun dan Penggunaan Tiket
Dari total penumpang tersebut, sebanyak 30.853 orang datang dan 23.261 orang berangkat. Menurut Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, jumlah tersebut masih bisa bertambah karena jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api akan terus berlangsung hingga malam hari.
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi yang paling padat, dengan volume penumpang mencapai 16.656 orang. Diikuti oleh Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 15.934 penumpang dan Stasiun Malang dengan 7.788 penumpang. Total penumpang yang dilayani selama periode Angkutan Lebaran 2026 pada 11–24 Maret 2026 mencapai 633.977 orang, terdiri dari 339.941 penumpang berangkat dan 294.036 penumpang datang.
Penjualan Tiket dan Program Diskon
Daop 8 Surabaya telah menjual sekitar 452.173 tiket dari total 561.528 kursi yang tersedia, atau sekitar 80 persen dari kapasitas. Angka ini merupakan akumulasi dari keberangkatan mulai dari 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10).
Selain itu, program diskon 30 persen subsidi pemerintah untuk tiket KA Ekonomi Komersial berlaku pada tanggal 14–29 Maret 2026. Dari kuota 188.288 tiket, sebanyak 143.065 tiket telah terjual, atau sekitar 76 persen dari kuota yang tersedia.
Tanggal dengan Penjualan Tiket Terbanyak
Tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi pada arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total 30.293 tiket terjual, disusul oleh 19 Maret dengan 29.409 tiket. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan penggunaan transportasi kereta api tetap tinggi meskipun masa arus balik sudah dimulai.
Imbauan dari Daop 8 Surabaya
Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan penumpang, Daop 8 Surabaya mengimbau agar penumpang tidak datang terlalu mendekati waktu keberangkatan. Penumpang juga diminta untuk mengatur waktu kedatangan di stasiun lebih awal guna menghindari risiko tertinggal kereta.
“Kami juga mengingatkan pelanggan untuk melakukan perjalanan sesuai dengan relasi yang tertera pada tiket dan tidak melebihi relasi yang telah ditentukan, demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketertiban bersama,” ujar Mahendro.
Perkembangan Terkini
Selain situasi di stasiun, daerah-daerah lain seperti Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang menuju Bali. Prediksi dari ASDP menyebutkan bahwa puncak arus balik di jalur tersebut akan terjadi pada 26–29 Maret 2026.
Dengan situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi aturan serta panduan dari pihak terkait agar perjalanan dapat berjalan lancar dan aman.***

>










