PARLEMENTARIA.ID – Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan sektor obat bahan alami. Daerah ini menjadi salah satu produsen utama tanaman biofarmaka seperti kunyit, jahe, temu lawak, kencur, dan lengkuas. Data produksi tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan bahwa Jawa Timur mampu memproduksi berbagai jenis tanaman herbal dengan volume yang cukup signifikan. Misalnya, produksi kunyit mencapai sekitar 78 juta kg, jahe sekitar 39 juta kg, lengkuas sekitar 12 juta kg, dan kencur sekitar 3,6 juta kg.
Peran DPRD Jatim dalam Mendorong Pengembangan Sektor Ini
Anggota DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mengungkapkan bahwa peluang untuk memproduksi tanaman obat di Jawa Timur sangat besar. Dalam sebuah podcast bertajuk “Potensi Pengembangan Tanaman dan Industri Obat Bahan Alami di Jawa Timur”, ia menjelaskan bagaimana sektor ini bisa menjadi industri bernilai ekonomi tinggi. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor ini, terutama dalam hal perizinan dan pendampingan UMKM.
Sejarah dan Kebutuhan Pasar
Bahan alami telah lama digunakan sebagai obat, baik dalam bentuk jamu, obat herbal, maupun biofarmaka. Bahan-bahan ini sering disebut sebagai empon-empon dan digunakan dalam industri jamu, kosmetik alami, serta pangan fungsional. Selama pandemi Covid-19, minat masyarakat terhadap bahan alami meningkat karena kesadaran akan pentingnya imunitas tubuh. Hal ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi sektor obat bahan alami.
Tantangan dan Peluang Ekonomi
Ony Setiawan menegaskan bahwa sektor ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Saat ini, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, sehingga sektor ini bisa menjadi peluang ekonomi yang besar. Pemerintah harus memberikan dukungan dalam hal perizinan dan pendampingan, terutama untuk UMKM yang bergerak di bidang ini. Ia juga menyarankan agar sektor ini dikembangkan menjadi industri kecil yang berkelanjutan.
Keberlanjutan dan Manfaat Ekonomi
Menurut Ony, tanaman obat alami adalah salah satu kekayaan alam Jawa Timur yang perlu terus didorong. Potensi lokal harus ditingkatkan agar bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa selain memberikan manfaat kesehatan, tanaman-tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan memaksimalkan potensi ini, Jawa Timur bisa membangun perekonomian yang berbasis pada sumber daya lokal.
Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor obat bahan alami. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, sektor ini bisa menjadi salah satu sektor unggulan yang berkontribusi pada perekonomian daerah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi ini dan menjadikannya sebagai aset ekonomi yang berkelanjutan.***


>






