Persija Jakarta Strategi Disiplin untuk Menghadapi Persebaya

PARLEMENTARIA.ID – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan pentingnya disiplin dalam pertandingan menghadapi Persebaya Surabaya. Dalam sesi latihan dan komunikasi dengan pemain, ia menyampaikan pesan yang jelas: hindari kartu kuning dan merah agar tim bisa tampil optimal.

Duel antara Persija dan Persebaya akan digelar pada Sabtu (11/4/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Macan Kemayoran, yang saat ini berada di posisi tengah klasemen Super League.

Masalah Kartu yang Mengganggu Performa Tim

Mauricio Souza menyoroti bahwa jumlah kartu yang diterima Persija dalam beberapa laga terakhir sangat tinggi. Tim asuhan pelatih asal Brasil ini telah menerima total 73 kartu kuning dan delapan kartu merah sepanjang musim ini. Situasi ini dinilai memengaruhi hasil pertandingan.

“Kita selalu bicara sama pemain, harus mulai dengan 11 dan akhir dengan 11. Kita sudah tahu bagaimana kita sering dirugikan karena kartu,” ujar Souza.

Ia menjelaskan bahwa banyak pertandingan yang tidak berjalan sesuai harapan karena kehilangan pemain akibat kartu. Hal ini membuat tim kesulitan menjaga performa dan strategi.

Faktor Emosi Pemain

Menurut Souza, masalah utama bukanlah taktik atau formasi, melainkan kontrol emosi para pemain di lapangan. Ia menekankan bahwa kartu yang diterima bukan bagian dari rencana tim, tetapi muncul karena kurangnya kontrol dari pemain.

“Ini terjadi karena tidak ada kontrol dari pemain. Kita harus mengerti ini sangat merugikan tim. Yang bisa kita lakukan adalah terus bicara dan memperbaiki kontrol di dalam pertandingan,” tambahnya.

Persiapan dan Target di Laga Mendatang

Souza menilai bahwa laga melawan Persebaya akan berlangsung ketat. Oleh karena itu, disiplin menjadi hal penting untuk dipertahankan oleh seluruh pemain. Ia berharap para pemain bisa menunjukkan sikap profesional dan menghindari tindakan yang berisiko mendapat kartu.

“Kita perlu fokus pada permainan dan menjaga kekompakan tim. Jika semua pemain bisa menjaga disiplin, kita memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

Komentar dari Pemain dan Pelatih

Beberapa pemain Persija juga memberikan komentar terkait pentingnya disiplin di lapangan. Emaxwell Souza de Lima, salah satu pemain andalan, mengatakan bahwa setiap pemain harus sadar bahwa tindakan sembrono bisa merugikan tim.

“Setiap pemain harus ingat bahwa kami bermain untuk tim, bukan hanya untuk diri sendiri. Jadi, kita harus saling mengingatkan dan menjaga sikap di lapangan,” katanya.

Sementara itu, pelatih Persebaya menyebut bahwa Persija merupakan lawan yang kuat dan sulit dikalahkan. Namun, ia percaya bahwa dengan persiapan yang matang, timnya bisa meraih hasil positif.

Tantangan di Super League

Persija Jakarta menghadapi tantangan besar dalam Super League musim ini. Selain masalah kartu, mereka juga menghadapi tekanan dari tim-tim lain yang ingin meraih gelar juara. Oleh karena itu, kestabilan performa dan disiplin menjadi kunci sukses.

Souza berharap bahwa dengan komunikasi yang baik dan persiapan yang matang, Persija bisa mengubah situasi negatif menjadi peluang untuk bangkit. “Kita harus belajar dari kesalahan dan terus berkembang,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *