MDINETWORK – Pada sesi perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan kenaikan yang signifikan. Data dari investor.id menyebutkan bahwa sekitar pukul 09.28 WIB, saham BUMI berada pada posisi Rp 224, atau naik sebesar 8,74%. Kenaikan ini mencerminkan optimisme para pelaku pasar terhadap prospek perusahaan.
>Volume perdagangan saham BUMI tercatat mencapai 1,59 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 27.136 kali. Nilai transaksi dalam sesi tersebut mencapai Rp 349,26 miliar. Menurut data dari Stockbit Sekuritas, saham BUMI mencatat net buy sebesar Rp 177 miliar, menjadi yang tertinggi di antara saham-saham lainnya.
Strategi Perusahaan untuk Meningkatkan Profil ESG
Muhammad Wafi, Kepala Riset KISI Sekuritas, menilai bahwa langkah BUMI dalam memperluas eksposur ke bisnis mineral adalah inisiatif strategis untuk meningkatkan profil Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Ekspansi fasilitas produksi emas dan mineral melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), memiliki potensi memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan.
Wafi menjelaskan bahwa ekspansi ini tidak hanya membantu diversifikasi portofolio perusahaan, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah persaingan ketat di industri pertambangan. Meskipun demikian, ia tetap memperkirakan bahwa pendapatan dari portofolio non-batu bara belum akan mengimbangi pendapatan batu bara dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh skala produksi yang masih besar dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.
Rekomendasi Analis untuk Investor
Berdasarkan analisis tersebut, Wafi merekomendasikan pembelian saham BUMI dengan target harga Rp 280. Rekomendasi ini didasarkan pada proyeksi kenaikan nilai saham yang lebih stabil dalam jangka menengah dan panjang.
Sebelumnya, Pintar Saham.id telah mengingatkan para investor untuk tidak reaktif terhadap volatilitas pasar pada pembukaan bursa setelah libur panjang. Fokus utama harus tertuju pada saham-saham dengan likuiditas tinggi, salah satunya adalah BUMI.
Performa Saham BUMI Secara Keseluruhan
Secara year to date (ytd), saham BUMI telah mengalami penurunan sebesar 43,72%. Pada 6 Januari 2026, saham ini sempat mencapai level tertinggi dalam 5 tahun terakhir di Rp 484, sebelum akhirnya turun menjadi Rp 206 pada penutupan 17 Maret 2026. Data pasar mencatat net sell investor asing mencapai Rp 7,57 triliun ytd untuk saham BUMI.
Meskipun mengalami fluktuasi, kenaikan pada sesi perdagangan Rabu menunjukkan adanya minat yang kembali meningkat dari para investor. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa prospek BUMI mulai kembali menarik bagi pasar modal.
Perspektif Pasar dan Investasi
Analisis dari para ahli pasar menunjukkan bahwa meski BUMI masih bergantung pada bisnis batu bara, upaya perusahaan untuk memperkuat posisi di bisnis mineral dapat menjadi titik balik yang penting. Dengan perbaikan profil ESG dan diversifikasi portofolio, BUMI memiliki potensi untuk kembali menarik minat investor.
Investor yang ingin mempertimbangkan saham BUMI disarankan untuk memantau perkembangan strategi perusahaan secara berkala serta mengikuti tren pasar secara keseluruhan. Dengan rekomendasi target harga Rp 280 dari analis, investor dapat memperhitungkan potensi keuntungan jangka menengah dan panjang.











