MDINETWORK – Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) di Banyuasin, Sumatra Selatan, menjadi salah satu titik penting dalam transportasi laut yang menghubungkan wilayah Pulau Sumatra dengan Pulau Bangka. Letak strategisnya di Pantai Timur Sumatra, tepat berhadapan dengan Selat Bangka, menjadikannya sebagai akses utama bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyeberang.
Jadwal Keberangkatan Kapal Feri yang Teratur
Pada 26 Maret 2026, pelabuhan ini menyediakan jadwal keberangkatan kapal feri setiap dua jam sekali. Sepuluh armada telah disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas warga dan pengunjung. Berikut adalah daftar lengkap jadwal penyeberangan:
- Penyeberangan Pertama – 07.00 WIB – Munic XI
- Penyeberangan Kedua – 09.00 WIB – Mutis
- Penyeberangan Ketiga – 11.00 WIB – Mutiara Pertiwi III
- Penyeberangan Keempat – 13.00 WIB – Dharma Kosala
- Penyeberangan Kelima – 15.00 WIB – Andhika Nusantara
- Penyeberangan Ketujuh – 17.00 WIB – Dharma Santosa
- Penyeberangan Kedelapan – 19.00 WIB – Gunsa 8
- Penyeberangan Kesembilan – 21.00 WIB – Belanak
- Penyeberangan Kesepuluh – 00.00 WIB – Garda Maritim 5
Pihak pelabuhan juga memberi peringatan bahwa jadwal bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi cuaca atau gelombang tinggi di wilayah perairan Selat Bangka.
Tarif Tiket yang Beragam untuk Berbagai Jenis Penumpang
Tarif penyeberangan dari Pelabuhan TAA ke Muntok, Bangka, bervariasi sesuai dengan kategori penumpang dan jenis kendaraan. Berikut rincian tarif terbaru:
- Penumpang Dewasa: Rp58.100
- Bayi (0–2 tahun): Rp7.400
- Golongan 1 (sepeda): Rp74.500
- Golongan 2 (sepeda motor di bawah 500 cc): Rp138.000
- Golongan 3 (sepeda motor di atas 500 cc): Rp231.600
- Golongan 4 (mobil penumpang): Rp1.051.200
- Golongan 4 (mobil barang): Rp912.221
- Golongan 5 (mobil besar penumpang): Rp1.864.200
- Golongan 5 (mobil besar barang): Rp1.700.200
- Golongan 6 (bus penumpang): Rp3.045.500
- Golongan 6 (kendaraan barang besar): Rp2.599.200
- Golongan 7 (kendaraan panjang 10–12 meter): Rp3.093.500
- Golongan 8 (kendaraan lebih dari 12 meter): Rp4.454.800
- Golongan 9 (kendaraan lebih dari 16 meter): Rp6.125.000
Sejarah dan Peran Pelabuhan TAA
Sejak mulai beroperasi penuh pada tahun 2007, Pelabuhan TAA menggantikan peran pelabuhan lama di kawasan Sungai Musi 35 Ilir, Palembang, yang terkendala sedimentasi dan pasang surut. Sebelumnya, perjalanan ke Muntok memakan waktu hingga 10 jam, namun kini hanya dibutuhkan sekitar 3–4 jam penyeberangan. Hal ini menjadikan TAA sebagai sarana transportasi laut yang efisien, terutama saat musim libur seperti Lebaran.
Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas di Pelabuhan TAA
Selama arus balik Lebaran, jumlah penumpang meningkat pesat. Pihak pelabuhan memastikan kesiapan armada dan fasilitas untuk menghadapi lonjakan tersebut. Meski demikian, pengguna jasa diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan jadwal akibat kondisi alam.
Potensi Pengembangan dan Peran Ekonomi
Pelabuhan TAA tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga berperan dalam perekonomian lokal. Dengan akses yang mudah ke Pulau Bangka, pelabuhan ini menjadi pintu masuk bagi perdagangan dan pariwisata. Banyak warga Sumsel memilih TAA karena waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan rute lainnya.
Dengan infrastruktur yang terus dikembangkan dan layanan yang terorganisir, Pelabuhan Tanjung Api-api terus menjadi salah satu pusat transportasi laut yang vital di Sumatra Selatan.***

>










