PARLEMENTARIA.ID – Banjir yang melanda jalur kereta api Karangjati-Gubug di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengganggu perjalanan delapan kereta api. Genangan air setinggi 25 sentimeter menyebabkan perjalanan KA harus bergantian, sehingga memicu keterlambatan sekitar 10 hingga 15 menit.
>Penyebab dan Dampak Banjir pada Jalur Kereta Api
Jalur yang tergenang banjir berada di KM 32+7/8, tepatnya di wilayah Daop 4 Semarang. Kejadian ini mulai terjadi sejak dini hari pada Jumat (3/4/2026). Banjir tersebut mengganggu jalur hilir kereta api, sehingga tidak aman untuk dilalui. Akibatnya, seluruh perjalanan KA dialihkan ke jalur hulu secara bergantian.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa pengalihan perjalanan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan penumpang dan staf. “Kami memutuskan untuk mengalihkan seluruh perjalanan KA ke jalur hulu karena jalur hilir dinilai tidak aman,” ujarnya.
Kereta Api yang Terdampak
Dari total delapan kereta api yang terganggu, enam di antaranya adalah KA penumpang, sedangkan dua lainnya adalah KA barang. Berikut daftar kereta api yang terdampak:
- Kereta Api Tujuan Jakarta
- KA Kertajaya
KA Darmawangsa
Kereta Api Tujuan Surabaya
- KA Gumarang
- KA Jayabaya
- KA Harina
- KA Argo Anjasmoro
Luqman juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Upaya Penanganan dan Pemantauan
PT KAI Daop 4 Semarang langsung melakukan pemantauan intensif di lokasi genangan air. Tim teknis juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses penanganan agar jalur kembali normal. Meski demikian, pengalihan perjalanan masih berlangsung hingga jalur hilir dinyatakan aman.
Pengguna jasa kereta api diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terbaru dari PT KAI. Selain itu, petugas akan terus memantau kondisi jalur untuk memastikan tidak ada risiko tambahan.
Reaksi dari Pelanggan dan Masyarakat
Banyak pelanggan mengeluhkan keterlambatan yang terjadi, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal penting. Namun, sebagian besar menerima penjelasan dari KAI dan bersabar menunggu perbaikan jalur. Masyarakat sekitar juga berharap agar banjir tidak terulang dalam waktu dekat, terutama karena jalur tersebut sering digunakan untuk transportasi lintas provinsi.
Peran Penting Infrastruktur Kereta Api
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat. Dengan adanya gangguan, dampaknya tidak hanya terasa oleh penumpang, tetapi juga pada logistik dan ekonomi daerah sekitar. Oleh karena itu, perlu adanya investasi lebih besar dalam pemeliharaan dan pengembangan jalur kereta api.
Banjir di jalur Karangjati-Gubug telah menyebabkan gangguan signifikan pada operasional kereta api. Meskipun KAI telah mengambil langkah-langkah pencegahan, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi. Dalam jangka panjang, perlu adanya peningkatan sistem drainase dan penguatan infrastruktur agar kejadian serupa tidak terulang.***











