PARLEMENTARIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini tengah menggarap rencana besar dalam memenuhi kebutuhan perumahan warga, terutama generasi muda. Proyek yang dicanangkan adalah pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami), sebuah inisiatif yang bertujuan memberikan akses hunian bagi pasangan muda dan generasi Z. Berbeda dengan sistem sewa pada Rusunawa, Rusunami menawarkan hak kepemilikan rumah, sehingga menjadi alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Tujuan Utama: Meningkatkan Kualitas Hidup dan Menekan Kemiskinan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pembangunan Rusunami ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menekan angka kemiskinan di kota tersebut. “Kami ingin anak-anak muda yang baru menikah bisa memiliki hunian sendiri. Dengan Rusunami, mereka tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026, dengan lokasi pengembangan di kawasan Tambakwedi dan Sememi. Target operasional proyek ini adalah pada tahun 2027, sehingga warga dapat segera merasakan manfaatnya.
Perda tentang Hunian Layak dan Regulasi Bisnis Kos
Selain pembangunan Rusunami, Pemkot Surabaya juga telah mengatur aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Yang Layak. Aturan ini mencakup ketentuan terkait bisnis penyewaan rumah kos, termasuk pembedaan antara Rumah Kos dan Kos-kosan. Eri menekankan pentingnya membedakan keduanya demi menjaga moralitas dan keamanan lingkungan.
“Surabaya dikenal sebagai Kota Layak Anak. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa lingkungan tempat tinggal warga tetap aman dan nyaman,” katanya.
Solusi Terjangkau untuk Pasangan Muda
Salah satu aspek utama dari Rusunami adalah harga yang terjangkau. Meskipun memiliki hak kepemilikan seperti apartemen, harga jual atau sewa rusunami tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membantu pasangan muda yang masih dalam tahap awal karier untuk memiliki tempat tinggal sendiri tanpa beban finansial yang berlebihan.
Eri juga menyebutkan bahwa pembangunan Rusunami ini tidak hanya berfokus pada wilayah tertentu, tetapi juga mencakup berbagai kawasan di Surabaya. Beberapa rencana sebelumnya telah diumumkan, termasuk pembangunan rusunami di kawasan timur yang akan dimulai pada awal tahun 2024.
Kesiapan Infrastruktur dan Regulasi
Dalam rangka memastikan kelancaran pembangunan, Pemkot Surabaya juga telah melakukan berbagai persiapan infrastruktur dan regulasi pendukung. Termasuk dalam hal ini adalah penyiapan lahan, perencanaan tata ruang, serta pengaturan sistem pembayaran dan pengelolaan.
Selain itu, Pemkot juga berkomitmen untuk menjaga kualitas bangunan agar sesuai standar hunian layak. Hal ini dilakukan melalui pengawasan ketat dan kolaborasi dengan lembaga terkait.
Tantangan dan Harapan
Meski proyek ini menawarkan solusi yang sangat dibutuhkan, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, masalah pembiayaan, koordinasi antarinstansi, dan pengelolaan jangka panjang. Namun, Eri optimis bahwa dengan komitmen dan kerja sama yang baik, semua tantangan tersebut dapat diatasi.
“Kita harus terus berinovasi dan mencari solusi yang efektif agar semua warga Surabaya bisa merasakan manfaat dari pembangunan ini,” tambahnya.
Dengan adanya Rusunami, diharapkan Surabaya dapat menjadi contoh kota yang responsif terhadap kebutuhan generasi muda, sekaligus menjawab tantangan perumahan yang semakin kompleks.***


>



