MDINETWORK – Meski libur Lebaran menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat, pemerintah tetap memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan optimal. Salah satunya adalah kantor pertanahan yang terus memberikan pelayanan kepada warga meskipun sedang dalam suasana mudik dan perayaan.
Kepedulian Pemerintah Terhadap Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui dua Direktur Jenderalnya melakukan sidak ke Kantor Pertanahan Surabaya I untuk memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan dengan baik. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga keberlanjutan layanan pertanahan, terutama saat masyarakat menghadapi masa libur.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat melayani tetap berjalan. Masyarakat yang sedang pulang kampung atau memiliki urusan mendesak harus tetap mendapatkan pelayanan terbaik, cepat, dan transparan,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam sidak tersebut.
Peran Kantor Pertanahan Selama Masa Libur
Selama masa libur Lebaran, kantor pertanahan tidak sepenuhnya tutup. Meski jumlah pengunjung cenderung menurun, layanan tetap dibuka dengan sistem piket agar masyarakat tetap bisa mengajukan permohonan atau mengambil dokumen tanah.
Pemantauan ini juga dilakukan di beberapa kantor pertanahan lainnya di Jawa Timur. Misalnya, Kantor Pertanahan Tulungagung membuka layanan terbatas selama libur Lebaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan dokumen kepemilikan tanah tetap bisa mendapatkannya tanpa kesulitan.
Upaya Digitalisasi Layanan Pertanahan
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi layanan pertanahan. Dengan adanya aplikasi seperti Sentuh Tanahku, masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan secara online. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses administrasi.
“Digitalisasi layanan pertanahan bukan sekadar mengubah dokumen kertas, tapi juga meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat,” ujar seorang pejabat.
Pentingnya Konsistensi Layanan
Pada masa libur, konsistensi layanan menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem pemerintahan.
“Layanan yang konsisten akan menciptakan keamanan hukum dan stabilitas sosial,” tambah pejabat tersebut.
Keterlibatan Stakeholder
Dalam upaya memastikan layanan tetap berjalan, kementerian juga bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Misalnya, kerja sama dengan Bank UMKM Jatim untuk mempermudah akses modal bagi masyarakat yang memiliki sertifikat tanah.
Selain itu, kolaborasi dengan organisasi seperti Muslimat NU juga dilakukan untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf di Jawa Timur.
Pelayanan pertanahan selama libur Lebaran menjadi bukti bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Dengan sistem piket, digitalisasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak, layanan tetap berjalan lancar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan dan keandalan sistem administrasi tanah.***

>




