Ketua Komisi D DPRD Surabaya Meminta Pemkot Jangan Asal Coret Warga MBR

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria, Surabaya - Rapat Dengar Pendapat (Hearing) Komisi D DPRD Kota Surabaya mdengan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan Bagian Pemerintahan terkait soal validasi data MBR, yang banyak menjadi keluhan masyarakat saat serap jaring aspirasi (Reses).

"Hanya saja bagian pemerintahan tidak hadir." kata Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D saat dikonfirmasi seusai hearing di ruang komisi D, Senin (30/5).

Khusnul menyampaikan untuk mevalidasi data dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak. Khusnul menambahkan "Saya meminta data warga yang sudah masuk janga tiba-tiba dikeluarkan tanpa alasan. Sedangkan, dia (MBR) sangat membutuhkan intervensi Pemkot," tegas Khusnul.

Khusnul menjelaakan, Pemkot telah melakukan validasi pemutakhiran data perbulan. Khusnul juga tidak menampik bahwa banyak masyarakat MBR beralih tidak lagi jadi MBR.

"Sekali lagi, karena ini berkala dan rutin dilakukan. Maka saya mendorong Pemkot membuat jadwal rutin setiap bulan pelaksanaan Muskel. Misalnya awal bulan atau akhir bulan." jelas Ning KK (Sapaan Akrab Khusnul).

Khusnul menyebut Muskel untuk memastikan data kependudukan. Kemudian untuk memastikan pula terkait data penerima manfaat MBR.

Di samping itu, Khusnul memaparkan, kriteria manfaat PKH sebenarnya sudah ada. Hanya saja perlu dimasifkan sosialisasinya, bila perlu ditempelkan di kantor milik pemerintah. Semisal di kelurahan, balai RW balai RT terkait indikator-indikator masyarakat penerima manfaat.

"Kemarin berkeliling bertemu dengan tokoh masyarakat, Pak RT/RW, ada juga yang mengeluhkan terkait pendamping PKH." kata Khusnul.

Khusnul menyebut, pendamping PKH tidak memiliki gereget, memberikan info kepada masyarakat yang rata-rata sebelumnya menerima. Sekarang tidak lagi menerima program manfaat itu.

"Sehingga, saya tadi juga sampaikan kepada dinas kalau ada pendamping PKH yang tidak sesuai dengan harapan kita. Maka alangkah baiknya diganti dengan yang lebih kapabel dan memiliki tanggung jawab." pungkas Khusnul. (P.03)

Editor : Parlementaria