BPBD Kota Surabaya Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang

Tangkapan layar gambar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Yanu Mardianto (kanan) saat menjadi pembicara dialog interaktif program Surabaya Pagi Ini, di RRI Surabaya, Rabu (29/11/2023).
Tangkapan layar gambar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Yanu Mardianto (kanan) saat menjadi pembicara dialog interaktif program Surabaya Pagi Ini, di RRI Surabaya, Rabu (29/11/2023).

Parlementaria Surabaya – Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya (BPBD) Kota Surabaya mengimbau masyarakat agar waspada potensi terjadinya pohon tumbang akibat angin kencang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Yanu Mardianto saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif program Surabaya Pagi Ini, bertajuk ‘Waspada Bencana di Musim Hujan di Kota Surabaya’ di Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Surabaya, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: FIFA Puji GBT, Wali Kota Eri: Kami Siap Even Internasional Selanjutnya

“Kalau musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, ini ditandai dengan hujannya parsial tidak seluruhnya. Ada satu daerah yang hujannya deras, tapi ada juga daerah yang tidak hujan. Yang dikhawatirkan, timbulnya angin kencang, di beberapa wilayah khususnya wilayah barat, timur, dan utara Kota Surabaya, ketika hujan disertai angin kencang, sehingga perlu diwaspadai jikalau ada pohon tumbang,” kata Yanu.

Merujuk kejadian pada tahun lalu, Yanu menerangkan, di sekitar bulan Maret, atau April ada sekitar 75 bangunan yang rusak akibat angin kencang. “Seperti wilayah Tandes, Benowo dan Pakal, di daerah barat dan timur, Kota Surabaya. Kalau di tengah kota jarang terjadi, mungkin karena efek banyak gedung tinggi di Surabaya pusat. Namun tetap waspada terjadinya hujan deras dan genangan,” terang Yanu.

Maka, Yanu menganjurkan warga, hal-hal yang perlu dilakukan ketika hujan deras berpotensi terjadinya angin kencang dan memicu pohon tumbang. Yakni dengan selalu mengakses media sosial yang dimiliki BPBD Kota Surabaya agar apabila ada cuaca ekstrem berpotensi terjadinya bencana bisa cepat mengetahui informasi tersebut.

“Kita butuh wadah untuk mempercepat informasi ketika nanti ada perubahan cuaca yang ekstrem. Kita BPBD punya media sosial yang bisa diakses oleh warga Surabaya, sehingga potensi-potensi terjadinya bencana bisa cepat tersampaikan melalui media sosial itu,” tuturnya.

“Kita di Surabaya punya Kader Surabaya Hebat, mereka ini luar biasa. Karena ketika dapat info mereka langsung menyebar, sehingga dengan mereka, bisa meminimalisir korban untuk memitigasi apabila terjadinya potensi bencana,” sambung Yanu.

Yanu juga mengungkapkan, beberapa kali ini BPBD Kota Surabaya sudah turun ke pemukiman-pemukiman pinggir sungai, untuk mengedukasi warga apabila ada kejadian potensi bencana, seperti pohon tumbang ataupun genangan air.

Baca Juga: Panwascam Tegalsari Bagi-bagi Bunga 'Pemilu Damai'

“Kita mengingatkan warga di sana agar menghindari aktivitas di pinggir sungai ketika hujan atau masuk ke selokan sehingga menimbulkan korban jiwa. Termasuk kita juga masuk ke sekolah-sekolah SD atau SMP, mereka kita edukasi ketika cuaca ekstrem agar tidak berlindung di bawah pohon, di bawah reklame atau bangunan yang mudah roboh. Tapi kita sarankan beraktivitas di dalam ruangan dulu sampai nanti reda angin atau hujan derasnya,” ujarnya.

Selain mengakses informasi dengan cepat terkait potensi terjadinya bencana, Yanu juga menganjurkan warga agar mengecek bangunan rumahnya, karena juga ada banyak bangunan rumah yang kurang bagus konstruksinya. Sehingga ketika terjadi angin kencang, atapnya bisa terbang.

“Warga kita minta untuk mendata dan mengecek supaya ketika terjadi hujan atau angin kencang tahu risiko dan potensi terjadinya bencana. Kita minta kelurahan agar mendata di wilayah potensi bencana yang terjadi di wilayahnya,” jelas Yanu.

Yanu mengungkapkan, saat ini BPBD Kota Surabaya sedang membuat dokumen kajian risiko bencana dengan memetakan potensi bencana sampai ke tingkat kelurahan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Beri Santunan Santunan Korban Kecelakaan Maut Di Lumajang

“Tiap tahun ada kegiatan Musybangkel atau Musyawarah Pembangunan Kelurahan, ini biasanya cuma soal fisik di kelurahan seperti pafing tidak sampai rutilahu, sehingga mereka jarang memahami potensi bencana di wilayahnya. Ini menjadi bahan kajian usulan kelurahan agar mengadakan kegiatan untuk menanggulangi bencana sesuai dengan potensi bencana di wilayahnya. Ini yang kita susun tahun ini, sehingga tahun depan dapat kita jadikan acuan,” ungkapnya.

Kepada warga Surabaya, Yanu berpesan, supaya sering memperhatikan betul informasi dari BMKG, karena tidak bisa menduga kapan terjadinya bencana di dalam cuaca ekstrem. 

“Ketika terjadi angin kencang atau hujan deras tolong jangan berlindung di bawah pohon, atau berlindung di bawah reklame, yang kita khawatirkan anak-anak saat hujan jangan beraktivitas di pinggir selokan. Jangan sampai kasus sebelumnya terus terjadi dan terulang, dan semoga hanya menjadi pelajaran bagi kita semuanya,” pungkas Yanu.(jnr)

Editor : Redaksi