Hilirisasi Produk Mangrove Jadi Alternatif Dongkrak Ekonomi dan Gizi Masyarakat

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari saat meninjau Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam rangkaian agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR di Surabaya, Sabtu (21/10/2023). 
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari saat meninjau Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam rangkaian agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR di Surabaya, Sabtu (21/10/2023). 

Parlementaria Surabaya - Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menyambut baik keberadaan Kebun Raya Mangrove Surabaya. Menurutnya, keberadaan Kebun Raya Mengrove di kota Surabaya ini dapat memberikan manfaat terhadap pelestarian lingkungan, konservasi dan kepentingan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, sarana edukasi sekaligus rekreasi masyarakat.

"Nah ini ada segi mendidik kepada generasi muda dan khalayak ramai bahwa keanekaragaman hayati kita yang tertua di dunia ini bisa ditampilkan, di antaranya seperti mangrove," ucap Endang saat mengikuti rangkaian agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR di Surabaya, Sabtu (21/10/2023).

Baca Juga: Komisi II DPR RI Pastikan Persiapan Pemilu Tanah Karo On The Track

Diketahui, Kebun Raya yang diresmikan pada 26 Juli 2023 merupakan Kebun Raya Mangrove pertama dan satu satunya di Indonesia dengan total luas lahan 3,15 hektare. Kebun Raya tersebut juga memiliki 57 jenis tanamam mangrove dari 140 jenis mangrove yang ada di dunia diantaranya adalah jenis Avicennia Alba Blume, Nyapa Fruticans Wumb dan Sesuvium Sp.

Tak hanya itu, Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat III tersebut juga menyampaikan pentingnya hilirisasi produk tanaman mangrove dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta peningkatan kecukupan gizi bagi masyarakat.

Baca Juga: DPR RI Sampaikan Keberatan Tak Ada Isu Perdamaian Palestina di Sidang ke-9 P20 India

"Ternyata olahan mangrove itu bisa dijadikan kue-kue yang bergizi tinggi dan juga syrup," tutur Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Ia pun mendorong adanya replikasi, tak hanya mangrove namun keanekaragaman hayati di berbagai wilayah di Indonesia serta sinegritas baik itu dari Pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan lainnya. Karena, hal itu merupakan suatu yang positif baik dari sisi lingkungan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: SMP Sepuluh November Sidoarjo, Gelar Wisuda 217 Siswa-Siswi Angkatan XI tahun 2023.

"Ini bagus karena bisa dimanfaatkan (hasilnya) untuk ekspor. Ekspor itu bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya

Editor : Redaksi