Gawat! Belasan PAC PPP se-Surabaya Mundur Serentak

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Belasan struktural PAC (setingkat kecamatan, red) PPP se-Surabaya 'Ngluruk' ke DPW PPP Jawa Timur di Jalan Tenggilis Mejoyo Surabaya, Kamis 22 Juni 2023, sore tadi.

Sesuai informasi, Aksi ini di picu dengan di lengserkannya Ali Mahfud sebagai ketua DPC PPP kota Surabaya secara tiba-tiba oleh pengurus DPW.

Baca Juga: DPC PPP Surabaya Bagikan Kursi Roda Ke Warga Wonorejo Yang Membutuhkan 

"Ini salah karena tidak sesuai dengan mekanisme partai, " Seru Abdulah Fakih koordinator aksi, saat ditemui di kantor DPW.

Dalam pernyataannya, Fakih yang sekaligus Ketua PAC Bulak ini mengungkapkan sesuai penjelasan DPW Jatim, bahwa keputusan mem-Plt-kan posisi Ketua DPC PPP kota Surabaya adalah keputusan politik dan tidak ada penjelasan lanjutan.

" Maka, kami sebagai pengurus PAC juga bersepakat untuk melakukan keputusan politik yaitu mengembalikan surat mandat kami kepada DPW, " Ucap Fakih.

"Karena yang membuat adalah DPW, " Imbuhnya.

Menurut Fakih, ini sudah bukan keputusan yang masuk akal dan dipastikan ada yang berkepentingan di baliknya, karena tidak mengindahkan mekanisme yang ada.

"Saya tahu siapa yang berkepentingan, pastinya orang yang berduit, " Ungkap Fakih.

"Untuk itu sekali lagi saya memastikan mengundurkan diri dan menyerahkan SK Pengurus ke DPW, " Bebernya.

Terkait PAC masa saja yang mengundurkan diri, Fakih memastikan hari ini ada 15 PAC.

"Saya PAC Bulak, kemudian diikuti PAC Pakal, Sambikerep, Genteng, Tenggilis, Gubeng, dll, ada 15 PAC, " Ujarnya.

"Besok pasti ada gelombang penyerahan lagi, yang pasti ini merupakan kesadaran semua PAC, tidak ada tekanan atau yang menyuruh, " Tegas Fakih.

Karena masih Fakih, saat mempertahankan abah Buchori (Buchori Imron, Ketua DPC sebelumnya, red) juga terjadi polemik yang sama.

"Karena ini sudah masuk ke ranah pribadi dan berpotensi menghancurkan PPP Surabaya, ya sudah kami bersepakat untuk mundur, " tegas Fakih kembali.

Baca Juga: Demokrat Bye! Pengamat Politik : Golkar Bisa Jadi Pilihan Bayu Airlangga

Dihubungi terpisah, Kyai Mujahid Ansori Ketua OKK DPW PPP Jatim yang sekaligus ditunjuk sebagai Plt. Ketua DPC Surabaya menjelaskan, hal ini merupakan keputusan politik dari DPP dan dirinya merasa tidak etis untuk menjelaskan mekanismenya.

"Ini menjadi wilayah DPP, tidak etis kalau saya yang menyampaikan persoalan ini, karena sifatnya sangat internal sekali, " Ungkap Kyai Mujahid.

"Saya cuma menyampaikan dan mengawal SK DPP ini dengan sebaik-baiknya dan insya allah akan berjalan dengan baik, " Katanya.

Plt DPC Surabaya ini juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, terutama kepada pengurus KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara, red) DPC kota Surabaya.

"Dinamika sudah biasa di dalam politik, khusus Surabaya ini memang butuh pendekatan extra Ordinary atau pendekatan yang luar biasa," ungkap Kyai Mujahid.

"Seluruh KSB DPC se Jawa Timur pun sudah menandatangani Pakta Integritas, bahwa dalam 6 bulan jabatannya harus siap dievaluasi," ucapnya.

Evaluasi menurut Mujahid, bisa dilanjutkan tugasnya, bisa di Revitalisasi, ada yang di-Plt. "Macam-macam, semua dilakukan untuk percepatan pemberdayaan seluruh kader Partai (PPP)," terang Mujahid.

"Sebagai Plt, paling hanya 2 bulan, kami hanya memfasilitasi konsolidasi struktural, baru kemudian memfalitasi penyelenggaraan Muscablub (Musyawarah Cabang Luar Biasa, red) untuk menentukan ketua definitif," bebernya.

"Keputusan sudah turun, kami harus melaksanakan. Dan kami mengajak teman-teman untuk mengedepankan kepentingan partai dan kepentngan orang banyak," imbuh Kyai Mujahid.

Terkait mundurnya beberapa pengurus PAC, Mujahid memastikan semuanya belum final. Ia menganggap ini adalah sikap spontan dan emosional.

" Tadi ada 4 atau 5 yang mengembalikan SK, saya memahami sikap spontan dan emosional mereka. Tapi saya yakin mereka akan kembali di barisan PPP," kata pak Kyai.

"Bagaimanapun mereka adalah kader-kader PPP yang harus saya ayomi, baik yang kecewa maupun yang tidak," ucapnya.

"Tidak keputusan yang sempurna, nah tugas saya adalah menyeimbangkan keputusan ini supaya berjalan dengan baik," imbuh Kyai Mujahid mengakhiri.

Sementara itu, Ali Mahfud mantan ketua DPC PPP kota Surabaya, melalui sambungan selular belum bisa dihubungi. (Par03)

Editor : Parlementaria