Komisi D Minta Pemprov Operasikan Bus Trans Jatim

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Komisi D DPRD Jatim meminta Pemprov Jatim untuk segera mengoperasikan Bus Trans Jatim koridor II dari Terminal Purabaya-Terminal Kertajaya, Mojokerto. Pasalnya, animo masyarakat untuk menggunakan transportasi itu cukup tinggi, terutama bagi mereka yang bekerja di Surabaya.

"Maka dari Mojokerto-Surabaya segera dioperasikan dengan catatan sarana terminal di Mojokerto segera diperbaiki," kata Anggota komisi D DPRD Jawa Timur, Khofidah, dikonfirmasi Kamis (27/4/2023).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Gelar Festival Mangrove Di Romokalisari Land

Legislator asal fraksi PKB Jawa Timur, itu meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, selaku pihak yang mengelola Bus Transj Jatim, sosialisasi mengenai pembukaan jalur itu ke masyarakat. Mengingat, banyak warga dari Mojokerto dan Surabaya yang belum mengetahui program tersebut.

"Harus ada sosialisasi ke masyarakat bahwa Trans Jatim dari koridor Mojokero-Surabaya akan dibuka," tambah anggota DPRD Jatim dari Dapil Malang-Raya itu.

Baca Juga: Komisi C DPRD Usulkan Pemprov Bekerjasama Dengan Swasta Kelola Bus Trans Jatim

Khofidah menambahkan, selama ini animo masyarakat terhadap program Bus Trans Jatim koridor I cukup tinggi. Dari data yang dihimpun, jumlah penumpang yang naik di rute itu selama ini cukup banyak.

Khofidah mengaku, tarif yang dibebankan oleh pemerintah kepada pengguna Trans Jatim juga cukup murah, sehingga sangat membantu masyarakat kecil. "Trans Jatim itu dibutuhkan oleh masyarakat dan yang sudah berjalan memang penggunanya merasa diuntungkan," pungkasnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Peringati Hari Krida Pertanian

Seperti diketahui, dari Data Dishub Jatim, hingga Desember 2022, load factor Bus Trans Jatim diklaim mencapai rata-rata 138 persen. Bus Trans Jatim disebut sebagai solusi mengurangi kemacetan, menurunkan emisi, penyediaan layanan angkutan yang aman dan nyaman, serta menjadi pelancar mobilitas masyarakat. Taruf Bus Trans Jatim dipatok Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 untuk pelajar atau santri. (p)

Editor : Parlementaria