Benarkah? Takbir Keliling Surabaya Dilarang Kecuali Keliling Midnight Sale di Mall

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Benarkah?Takbir Keliling Surabaya dilarang kecuali keliling midnight sale di mall - mall. Mungkin itu, padanan kata bukan tanpa sebab. Pasalnya, meski ada SE Walikota Surabaya larangan takbir keliling tertanggal 16 april 2023 dengan alasan menghindari kecelakaan. Sebuah alasan yang tidak masuk akal.

Anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, mengingatkan, dirinya merasa tidak pernah ada kasus kecelakaan lalin yang disebabkan takbir keliling. Sebab, kendaraan takbir keliling berjalan pelan. Polisi lalu lintas punya ilmunya untuk mengatur, mengamankan, dan menjaga takbir keliling.

Baca Juga: BPBD Kota Surabaya Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang

"Saya melihatnya pelarangan ini hanya karena tidak mau repot. Padahal walikota, polisi dan anggota dewan ya harus mau repot. Kalau tidak ingin repot jangan menjadi pelayan masyarakat. Saya khawatir pelarangan ini membuat kaum muslim bersuudzon kepada penguasa," jelas Imam.

Kemudian, warga juga dihimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1444 H / 2023 M di Masjid atau Lapangan Terbuka, dengan mengikuti protokol Covid-19 sesuai kebijakan Pemerintah. Hal ini berbanding terbalik dengan kabar diijinkannya Midnight Sale hingga pukul 00.00 WIB.

Menyikapi hal ini, masih kata Imam Syafi'i, mengaku sudah mendengar larangan takbir keliling, namun ia justru mendengar informasi ada permintaan ijin kepada Pemkot dari belasan mall dan pusat perbelanjaan untuk melakukan Midnight Sale hingga pukul 00.00.

"Takbir keliling dilarang, sementara Mall-mall groupnya Pakuwon dan Trans Icon mengajukan ijin untuk buka sampai jam 00.00," tegas Imam saat bukber, Senin 17 April 2023, malam.

"Menurut saya, itu tidak bijak dan rasanya sulit diterima akal sehat, " Ucapnya menyayangkan.

Baca Juga: FIFA Puji GBT, Wali Kota Eri: Kami Siap Even Internasional Selanjutnya

Menurut Imam, hal ini dapat menimbulkan asumsi buruk dari masyarakat."Urusan hedone orang belanja-belanja diperbolehkan tapi urusan keagamaan dilarang. Sayang, Pak Eri dikenal sebagai orang yang religius," sindirnya.

Legislator Partai NasDem ini juga berpesan agar larangan Takbir keliling tersebut dikarenakan aparat tidak mau repot.

"Jangan sampai ini hanya karena alasan tidak mau repot-repot, karena saya mendengar hal ini sudah dirapatkan antara Pemkot dan pihak kepolisian, " ucap Imam lagi.

Baca Juga: Panwascam Tegalsari Bagi-bagi Bunga 'Pemilu Damai'

"Kami di Dewan juga repot, kalau tidak mau repot ya Jangan jadi Pejabat atau pelayan masyarakat, " tegasnya.

Jadi lanjut Imam, biarkanlah mereka yang mau melaksanakan takbir keliling sebagai rasa syukur, satu bulan sudah melaksanakan ibadah Ramadhan dan menyongsong Kemenangan hari Fitri keesokan harinya. "Jadi kalau sampai dilarang, sekali lagi mohon dipertimbangkan, " Katanya.

"Sebaiknya bisa diatur dengan baik, dan jika alasannya menghindari kecelakaan, ini malah tidak masuk akal. Rasanya tidak pernah ada kasus kecelakaan lalin yang disebabkan takbir keliling. Sebab, kendaraan takbir keliling berjalan pelan, " pungkas Imam. (P)

Editor : Parlementaria