Era Digitalisasi Industri, Komisi IX DPR RI Minta Pemerintah Sigap Lindungi Tenaga Kerja

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria.id - Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin meminta pemerintah secara sigap melindungi tenaga kerja di tengah digitalisasi industri mengingat semakin banyaknya penggunaan mesin-mesin berteknologi yang berpotensi menggeser posisi tenaga kerja tertentu di bidang industri. Hal ini diungkapkannya dalam sambutan yang menyoroti isu perlindungan tenaga kerja yang adaptif di era digitalisasi pada peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri Yayasan Bina Citra Insan Mulia Ketapang.

"Kemenaker harus sigap dalam merespon dunia kerja yang terus berubah, dengan hadirnya digitalisasi, Industri 4.0 yang rata-rata para pekerja tersaingi dengan teknologi, yang juga menjadikan pekerja kita harus ter PHK atau tersisihkan," tegas Alifudin saat memberikan sambutan pada acara yang berlangsung di Kalimantan Barat itu, sebagaimana keterangan resmi yang diterima Parlementaria, Minggu (15/5/2022).

Baca Juga: Arzeti Bilbina: Stunting Masih Jadi PR Kita Bersama

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini mengharapkan, pendirian balai latihan kerja dapat menjadi salah satu ikhtiar dalam melindungi para calon pekerja sekaligus meningkatkan kualitas SDM. BLK Mandiri Yayasan Bina Citra Insan Mulia merupakan balai latihan kerja yang bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

"Kami di Komisi IX bermitra dengan Kemenaker, dan Alhamdulillah Kemenaker bisa bekerja sama dengan Yayasan Bina Citra Insan Mulia Kabupaten Ketapang untuk membangun BLK Mandiri Jurusan Teknologi Informasi," ucap legislator dapil Kalimantan Barat I ini.

Baca Juga: Anas Karno : Digitalisasi Ekonomi Pacu UMKM Surabaya Perluas Pasar

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Bina Citra Insan Mulia Kabupaten Ketapang, Puspo Sasmito menjelaskan bahwa pada Tahun 2021, Kemenaker RI sudah memberikan amanah swakelola pembangunan BLK Komunitas di Yayasan Bina Citra Insan Mulia Kabupaten Ketapang. Puspo juga mengungkapkan berdirinya balai latihan kerja tersebut tak lepas dari kolaborasi dan perjuangan masyarakat dengan wakil rakyat.

"Tentu saja amanah ini dapat diterima karena Bapak Alifudin memperjuangkannya, maka dari itu terima kasih kepada Bapak Haji Alifudin atas bantuan dan perjuangannya pada pembangunan BLK Komunitas ini," ucap Puspo Sasmito.

Baca Juga: Arzeti Minta Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Pendek Atasi Risiko Polusi Udara pada Anak

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ketapang, Sukirno juga mengapresiasi pembangunan BLK ini. Dalam sambutannya, Sukirno menuturkan bahwa pembangunan balai latihan kerja telah seiring dengan tujuan Bupati Ketapang dalam membangun Kabupaten Ketapang.

"Sangat berterima kasih kepada Bapak Alifudin, karena dari terbangunnya BLK ini sesuai dengan tujuan Bupati Ketapang yang ingin membangun Kabupaten Ketapang," tutur Sukirno. (P)

Editor : Parlementaria