PPK Surabaya Kecewa, Honor Tak Cair Hambat Tahapan Pemilu

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Surabaya kecewa. Penyelenggara Pemilu tingkat kecamatan tersebut sambat bukan tak beralasan. Pasalnya, honor mereka selama dua bulan, terhitung Januari dan Februari, belum dicairkan oleh KPU Surabaya.

Surabaya ruwet. Padahal kabupaten atau kota lain di Jatim itu sudah cair honor bagi petugas PPK dan jajaran di bawahnya, keluh anggota PPK Kecamatan Kenjeran yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/3).

Baca Juga: 'Bawaslu on Car Free Day', Bawaslu Surabaya Ajak Masyarakat Awasi Pemilu 2024

Bahkan, lanjutnya, tahapan harus terus berjalan tapi anggaran sama sekali belum turun. Dan, sebentar lagi rekap DPHP yg tentu membutuhkan anggaran lumayan besar untuk tingkat PPS dan PPK.

Nada kekecewaan juga disampaikan oleh M, anggota PPK Kecamatan Tegalsari. Bahkan macetnya gaji petugas yang mengawal persiapan Pemilu 2024 tersebut juga diikuti oleh jajaran di bawahnya.

Mulai dari petugas PPK, PPS, dan pantarlih itu belum dibayar, tandas M.

Baca Juga: Bawaslu Harap Masalah Tungsura Selesai Di Tingkat TPS

Seperti diketahui, total ada 155 PPK yang dimiliki oleh KPU Surabaya. Mereka tersebar di 31 kecamatan. Masing-masing 5 petugas per kecamatan. Para PPK ini digaji Rp 2.200.000 - Rp 2.500.000.

Sedangkan Ketua PPK Kecamatan Wonocolo Muharom Maghrobi berharap, honor yang menjadi hak para PPK dapat segera dicairkan dalam waktu dekat.

Sampai saat ini (honor) belum cair, baru bikin tabungan itu hari Senin kemarin. Harapannya segera cair, karena kita sudah berusaha menjalankan tahapan pemilu dengan sebaik mungkin, kata pria berkacamata ini.

Baca Juga: Bawaslu Surabaya Gelar Rakor Pengawasan, Pastikan Hak Pemilih Terdaftar Di DPT

Sementara itu, Komisioner KPU Surabaya Subairi mengatakan, pihaknya akan mencairkan honor para petugas PPK, PPS, dan pantarlih dalam waktu dekat.

Soal honor masih proses di bank, tandas Bairi. (P/bn)

Editor : Parlementaria