Ratusan anggota PPK SUBUD Indonesia Peringati Harlah ke-76 di Surabaya

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Ratusan anggota Perkumpulan Persaudaraan Kejiwaan Susila Budhi Dharma yang disingkat PPK SUBUD berkumpul di Empire hotel, memeriahkan Perayaan Harlah ke-76 sekaligus mengikuti pembukaan Kongres Nasional ke-XXX PPK SUBUD Indonesia, Jumat 3 Februari 2023.

Hadir dalam acara tersebut, keluarga besar Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo pendiri PPK SUBUD, Ketua Umum SUBUD Indonesia beserta Dewan Pembantu Pelatih Nasional. Hadir juga Perwakilan Gubernur Jawa Timur dan Pemkot Surabaya, Perwakilan dari Dirjen Kemendikbud RI, perwakilan dari 3 area World Subud Association beserta para ketua PPK SUBUD seluruh Indonesia.

Kemeriahan acara yang mengambil tema "Menjalin Persaudaraan untuk Membangun Kemajuan Bangsa" ini, dibuka dengan tarian 'Joget Suroboyo', yang menggambarkan keceriaan warga Surabaya ditengah kemajemukan, dan ditarikan oleh penari yang berprestasi yang sering mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Dalam acara yang terasa teduh ini, juga dilakukan pembacaan mukadimah PPK SUBUD, dan dilanjutkan lantunan tembang Macapat Susila Budhi Darma.

Ketua panitia Kongres, Drs. Bagiyon dalam laporannya memaparkan bahwa kongres dihadiri sebanyak 543 peserta yang terdiri dari para utusan delegasi dari komisariat wilayah 1 sampai 7.

Bagiyon juga menerangkan, dalam perhelatan tersebut, panitia bersama generas milenial pemuda SUBUD Indonesia mempersembahkan biografi Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo dan perkembangan PPK SUBUD Indonesia melalui pameran foto.

"Adapun perkembangan tersebut, sampai hari ini sudah merambah di 86 negara di 5 benua," sampainya.

"Pada agenda kali ini, sekaligus menyongsong Kongres SUBUD dunia tahun 2024 di Palangkaraya Kalimantan Tengah," tegas Bagiyon.

Tak lupa, Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dan membantu penyelenggaraan tersebut.

"Terima kasih kepada para Dermawan dan seluruh panitia yang sudah berjuang dengan semangat Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, sebagai wujud bakti kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Muhammad Ridwan dalam sambutannya merasa bahagia karena bisa bertemu muka setelah 2 tahun lebih tidak bisa melakukannya akibat Pembatasan Pandemi Covid-19.

"Hari ini adalah suatu momentum kita bersama dapat bertemu muka, yang terakhir di Jawa Barat dengan semangat dan kehadiran peserta yang lebih besar," katanya.

"Yang kita hadapi tidak mudah, tetapi saya masih bersemangat untuk kedepan terus membangkitkan semangat untuk memperbaiki ini semua," ucap Ridwan.

Ridwan menerangkan, bahwa sejak dideklarasikan oleh Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo di Yogjakarta pada 1 Februari 1947, dan mulai diperkenalkan pertama di London tahun 1957, kini SUBUD sudah menyebar di 86 negara di 5 benua dengan puluhan ribu anggota.

"Bapak Muhammad Subuh menempuh perjalanan selama 13 tahun untuk memperkenalkan pelatihan kejiwaan SUBUD dengan berbagai halang dan rintangan," terangnya.

"Kita sebagai generasi penerus pelatihan kejiwaan SUBUD, wajib terus melakukan seperti pertama yang diajarkan Yang mulia bapak kita Muhammad Subuh, baik dalam azas, tujuan maupun aturan. Itulah yang menjadi misi kita semua," pinta M. Ridwan.

Mengacu tema "Menjalin Persaudaraan untuk Membangun Kemajuan Bangsa", merupakan wujud nyata persaudaraan berbagai bangsa-bangsa di dunia. Melalui persaudaraan, 86 negara di dunia menjadi satu.

"Kita harus bangga, Yang Mulia bapak (Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo, red) adalah satu-satunya manusia yang tercipta di Indonesia yang bisa menyebarkan persaudaraan diseluruh pelosok dunia mulai tahun 1973 sampai 1987," urai Ridwan.

"Keberhasilan ini dikarenakan ajaran ini benar-benar tidak membedakan ras, agama dan suku," tambahnya.

Baik dari mukadimah hingga bendera-bendera yang disajikan tadi merupakan wujud suatu nyata, kalau semua bersatu dan benar-benar bersaudara, maka semua negara akan maju dan tidak timbul perpecahan lagi.

"Itulah misi yang akan sama-sama kita emban," kata Ridwan.

Mudah-mudahan, lanjut dia, pemerintah dengan Organisasi SUBUD Indonesia bisa bersama-sama menggaungkan persaudaraan yang selama ini telah terbangun.

Ridwan kembali menjelaskan, bahwa Organisasi SUBUD Di Indonesia sudah mempunyai 33 cabang, 26 ranting dengan 6 Komwil. Meski sangat sedikit dibanding masyarakat Indonesia yang jumalahnya 270 juta, tapi ia berharap perjalanan kedepan dengan memanfaatkan persaudaraan, SUBUD akan semakin berkembang.

Terkait agenda Kongres, yakni pemilihan pembantu pelatih nasional dan Ketua umum sekaligus evaluasi dan perumusan program, Ridwan berharap akan ada kemajuan bagi Organisasi SUBUD Indonesia.

Diakhir, Ridwan menyatakan rasa terima kasih kepada Yang Mulia bapak Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo, yang telah memberikan semangat dan bisa menyatukan serta memberikan kemandirian dalam Bakti kepada Tuhan.

Sementara itu, Direktur kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Dirjen Kemendikbud RI, Christriyati Ariani mengucapkan selamat kepada PPK SUBUD yang telah kembali melaksanakan Kongres Nasional ke XXX setelah lebih dari 2 tahun terhalang Pandemi Covid-19.

Christriyati menjelaskan bahwa, sejak berdirinya PPK SUBUD di tahun 1947 banyak mengalami dinamika. Dan pada tahun 1980, PPK SUBUD telah terdaftar di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.

"Hingga saat ini, Organisasi SUBUD sudah beberapa kali mengalami perubahan Nomenklatur," Katanya.

Dari perkembangannya, Kemendikbud melihat SUBUD telah banyak tersebar di Indonesia bahkan di 86 negara di Dunia. Ini menggambarkan bahwa organisasi SUBUD diterima oleh masyarakat luas baik di dalam maupun di luar Indonesia.

Tanpa disadari, Organisasi SUBUD telah memperkenalkan budaya Indonesia di berbagai belahan dunia melalui spiritual.

"Kami yakin, perkembangan PPK SUBUD yang signifikan ini dikarenakan ajarannya yang toleran tidak berdasar pada pokok ajaran agama tertentu. Tidak membeda-bedakan sehingga siapapun dapat menjadi anggota," tutur Christriyati.

Dengan melihat pertumbuhan dan keragamannya, PPK SUBUD kata Christriyati, terbukti mampu merangkul dan mengayomi, saling menghargai dan menghormati diantara anggotanya.

Dengan keanggotaan yang besar, Kemendikbud berharap agar PPK SUBUD dapat turut serta membangun bangsa, dan yang terpenting adalah menjaga serta mengupayakan agar keberagaman dapat menjadi satu.

Didaulat memberi sambutan sekaligus membuka acara Kongres, Benny Sampir Wanto mewakili Gubernur Jawa Timur menyampaikan terima kasih, bahwasanya PPK SUBUD telah menunjuk Jawa Timur sebagai tempat berlangsungnya kongres ke-XXX sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-76.

"Semoga PPK SUBUD semakin berkembang dan semakin bermanfaat," kata Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Jatim.

Sebagai organisasi yang terbentuk sejak 1 Februari 1947, PPK SUBUD telah banyak memberikan konstribusi positif kepada bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kata Benny, Gubernur memberikan apresiasi PPK SUBUD yang telah mendunia dan menyebar ke lebih dari 80 negara.

"Jadi kegiatan dan pemikiran ke-Nabian, itu yang diajarkan PPK SUBUD. Untuk itulah, Gubernur Jawa Timur mengharapkan supaya temen-temen SUBUD mengenalkan Indonesia kepada Dunia sehingga semakin meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di dunia internasional," tutur Benny.

Benny kembali menerangkan, bahwa Indonesia ini negara yang besar. Ada 1.340 suku bangsa yang tersebar di 17.500 pulau. "Kita bersyukur, sampai detik ini negara kita masih berdiri dengan kuat," tuturnya.

Di Jawa Timur sendiri, lanjut Benny ada 6 suku bangsa yakni Suku Jawa, Madura, Osing, Tengger, Bawean, dan suku Samin, serta berbagai macam kultur dan budaya.

"Untuk menjaga keharmonisan, Jawa Timur sudah membuat PERDA Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Toleransi kehidupan bermasyarakat," ungkap Benny, yang lama di Humas Pemprov Jatim ini.

Tujuannya adalah mendukung terpeliharanya kehidupan masyarakat Jawa Timur yang aman, tenteram dan tertib dalam keragaman suku, ras, agama, golongan dan sosial ekonomi yang dapat menimbulkan terjadinya konflik.

"Dan alhamdulillah, Indeks kerukunan umat beragama (KUB) di Jawa Timur pada 2021 lalu mencapai 77,8 persen dan menempatkan Jawa Timur di urutan pertama di pulau Jawa. Bahkan lebih tinggi dari Indeks KUB secara nasional yaitu 72,39 persen," terang Benny.

"Kemudian menurut data BPS yang dirilis pada 18 Juni 2022 lalu, Indeks Demokrasi di Jawa Timur ada di angka 81,31 poin dan menempati urutan kedua secara nasional di bawah DKI Jakarta. Artinya, masyarakat Jawa Timur sudah bisa saling memahami perbedaan pilihan," katanya.

Semua itu, lanjut Benny, membutuhkan dukungan semua pihak dari jajaran provinsi, kabupaten, masyarakat termasuk dari perkumpulan SUBUD.

"Mewakili Gubernur Jatim, kami mengajak seluruh anggota PPK SUBUD Indonesia untuk terus menjadi pribadi-pribadi yang baik, bermanfaat bagi umat dan alam, serta selalu dekat dengan Tuhan," harap Benny sekaligus membuka Kongres Nasional PPK SUBUD yang ke-XXX.

Yang perlu kita ketahui, Perkumpulan Persaudaraan Kejiwaan Susila Budhi Dharma yang disingkat PPK SUBUD adalah sebuah organisasi penghayat kepercayaan yang di dideklarasikan pada tanggal 1 Februari 1947 oleh Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo di Yogyakarta.

Dari sinilah perkembangan Subud yang sudah terorganisir mulai lebih dikenal, diakui oleh Negara, sehingga semakin menyebar ke seluruh Indonesia dengan 54 Pengurus Nasional.

Selain Indonesia, melalui Organisasi Subud Dunia - World Subud Association (WSA), saat ini keanggotaan aliran SUBUD juga telah tersebar di 86 negara di lima benua yang terbagi menjadi 3 area (Kejiwaan) dan 9 zona (Pengurus). (par03)

Editor : Parlementaria