Anggota DPRD Kunjungi Siswi MI Tak Punya Buku

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Anggota DPRD Komisi C Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am mengunjungi Fathul Arifin, Siswa MI Tambak Deres Bulak yang tidak mau bersekolah karena tidak punya buku pelajaran di Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak RT02 RW 03, Jalan Bogorami 2/6A pada Kamis, (5/01/23) pukul 14.00 WIB.

Abdul Ghoni MN mendatangi Fathul secara langsung ke rumah untuk melakukan teliti ulang karena ada laporan dari warga. Dari hasil sidak lapangan ternyata alasan Fathul Arifin tidak mau bersekolah karena malu dengan temann-temannya tidak mempunyai buku pelajaran. Ayah Fathul, Moch Imron hanya bekerja sebagai tukang las serabutan di Bronggolan yang penghasilannya 900 per bulan dan itupun tidak menentu. Sedangkan Ibunya tidak bekerja.

Baca Juga: Adi Sutarwijono Berharap Bamusi Lebih Progresif Syi'ar Islam Rahmatan Lil Alamin

"Pihak sekolah sudah menghubungi dan disuruh masuk anaknya, tapi Fathul ini tetap tidak mau pak karena malu belum punya bukunya. Sudah 3 hari tidak masuk sekolah. Dulu Ayahnya jualan keliling es saridele karena kena PHK akhirnya cuman kerja ngelas di Bronggalan." jelas Siti Sumaiyah, Ibu dari Fathul.

Baca Juga: IMB Dicabut, Komisi C: Usaha Walet Kertajaya Harus Dipindahkan

Menurut Siti Sumaiyah, kekurangan kebutuhan sekolah Fathul sebesar 485 ribu dengan rincian berupa dua buku semester 2 sebesar 250 ribu rupiah, infaq bulan Januari sebesar 75 ribu rupiah, kalender sebesar 10 ribu rupiah, infaq semester 1 kurang 150 ribu rupiah.A

Baca Juga: Pengusaha Walet Kertajaya Minta Komisi C Perhatikan Nasib Pekerja

Abdul Ghoni memberikan bantuan berupa permodalan yang diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga sebagai bentuk penyelesaian masalah Fathul Arifin. Sementara, adik dari Fathul Arifin yang bernama Shakiya Almahira Zea juga salah satu anak yang tercatat stunting di Kecamatan Bulak. Sehingga Abdul Ghoni sekalian memberikan semangat untuk orang tua agar terus memberikan asupan dan pendampingan yang bergizi untuk anaknya .(p1)

Editor : Parlementaria