Reses Di Rangkah,Baktiono Disambati Masalah Pembangunan Dan Pendidikan Hingga Kesehatan

avatar Parlementaria.ID

Surabaya - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono serap aspirasi ratusan Warga RW02 Kelurahan Rangkah Kecamatan Tambaksari, Senin 17 Oktober 2022.

Selain warga, hadir Tokoh masyarakat dan agama, para pengurus PAC kecamatan Tambaksari dan ketua LKMK Mariyono.

Baca Juga: Perempuan Dan Politik, Laila Mufidah Kalahkan Ketua Parpol Surabaya

Di hadapan Legislator PDI Perjuangan, Mashud Sasaki Ketua RW02 mempersilahkan kepada warga untuk pro aktif menyampaikan keluhannya, khususnya terkait pembangunan wilayah Rangkah gang VI.

Ia juga melaporkan bahwasanya warga RW02 Rangkah yang jumlahnya kisaran 4 ribu, sangat familiar terhadap nama Baktiono.

"Pak Baktiono sangat dikenal warga karena selama ini mampu menjadi manfaat dan sebagai penyelesai masalah, khususnya masalah kesehatan dan pendidikan," ucapnya.

"Dari titelnya BA.SS maka pantas kalau pak Baktiono kita sebut Bapake Arek-Arek Sak Suroboyo (Bapaknya Arek Se-Surabaya, red)," ucap Mashud dengan logat jawanya.

Di suasana yang sama, Baktiono mengucapkan terima kasih, selama ini sudah diberi amanah untuk mewakili masyarakat Tambaksari.

"Sebagai wujud tanggung jawab, saya akan mengupayakan melayani warga secara maksimal. Telpon saya aktif 24 jam," katanya.

"Saya juga memberikan apresiasi keguyuban masyarakat Rangkah, apapun program Pemerintah, pasti akan terlaksana dengan baik disini," ucap Baktiono.

Memang, dari pengamatan awak media hanya Baktiono satu satu nya anggota dewan yang secara terang terangan memasang Nomer WhatsApp di spanduk Reses.

Hal itu dilakukannya atas dasar sulitnya terjalin komunikasi antara masyarakat kalangan bawah dengan para pejabat pemerintahan kota surabaya.

Memaparkan capaian-capaian di masa periode jabatan ke-limanya sebagai anggota DPRD Surabaya, Baktiono mengaku banyak masalah pertanahan warga yang sudah dimediasi komisi C bersama pihak-pihak terkait. "Rata-rata yang bersengketa adalah masyarakat kecil," ungkapnya.

"Banyak yang sudah kita bantu penyelesaiannya," akunya.

Rencana dan pembangunan infrastruktur kota Surabaya dipaparkan dengan Gamblang oleh Baktiono. Dirinya juga berharap masyarakat pro aktif mengawasi banyaknya pembangunan yang telah dilakukan.

Baca Juga: Terkait Pos PAUD Terpadu di Surabaya, Dyah Katarina minta Dikembalikan ke Tujuan Lahirnya

Selain itu, Sarjana Seni ini juga memberikan pengetahuan kepada warga bahwa setiap penduduk kota Surabaya yang sakit dapat berobat ke Puskesmas secara gratis.

" Meski BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam keadaan menunggak, warga cukup menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga," tegasnya.

"Sebagian besar rumah sakit swasta di Surabaya termasuk RS milik TNI, Polri sudah bekerjasama dengan BPJS," tambahnya.

Begitu juga masalah pendidikan, Cak Bak panggilan akrab Baktiono juga menjelaskan perihal beasiswa bagi anak-anak MBR yang baru lulus SMA atau SMK yang ingin Kuliah.

"Selain bantuan pendidikan untuk SD dan SMP, anak-anak MBR yang baru lulus SMA atau SMK yang ingin Kuliah juga disiapkan beasiswa," tutur Baktiono.

" Asal ber-KTP Surabaya dan masuk MBR, kemudian sudah mendaftar dan diterima di 11 Universitas yang bekerjasama dengan Pemkot, bisa mendaftar untuk memperoleh beasiswa. Ini sangat membantu, selain dibantu SPP, Pemkot juga memberikan uang saku," terang Baktiono.

Disesi tanya jawab, warga banyak menyampaikan permasalahannya. Mulai dari tunggakan pembayaran sekolah, permasalahan Kampung sepert peninggian Paving dan Penerangan Jalan Umum (PJU) tercatat dikantong anggota DPRD yang dikenal 'Garang' ini.

Baca Juga: Anggota DPRD Jatim, Samwil : Petani di Gresik dan Lamongan Keluhkan Pupuk Langka Saat Musim Tanam

Dirinya berjanji, semua keluhan terkait pembangunan akan disusunnya dalam POKIR (Pokok Pikiran) Dewan, kemudian di Paripurnakan bersama Pemkot dan dijadikan acuan anggaran pembangunan kedepan.

Yang menarik, di usai gelaran Resesnya, Baktiono disambati banyak kerusakan di Pemakaman Kristen Rangkah, dan diduga dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kami mohon ada penertiban di Pemakaman Kristen Rangkah, khususnya kepada pengurusnya," ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

"Setiap bulan kami ditarik iuran, tapi makam tidak dirawat, dan kami menduga ada yang sengaja merusak. Saat ini warga juga takut untuk ziarah," jelasnya.

Dari kejadian tersebut, Baktiono meminta warga mengirim surat ke Komisi C sekaligus ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk ditindak lanjuti.

"Tidak usah takut, jika menemukan hal-hal yang tidak baik, segera laporkan. Kami akan memprosesnya," tandas Politisi Senior PDI Perjuangan Surabaya (dim)

Editor : Redaksi