Ekonomi Kerakyatan, Agus Dono : Koperasi Sebagai Solusi Permodalan dan Pemasaran Produk UMKM

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Solusi peningkatan ekonomi kerakyatan dengan dibentuknya koperasi dinilai paling tepat. Pasalnya, koperasi sebagai sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.

Oleh sebab itu, anggota DPRD Jatim Dr H Agus Dono Wibawanto menyarankan agar masyarakat membentuk koperasi agar bisa mempermudah usaha yang digeluti. Hal ini disampaikannya saat Reses III Tahun 2022 di Gusdon Centre, Malang, Jumat (14/10/2022), yang dihadiri para tenaga pendidik.

Baca Juga: DPRD Jatim Berharap Kesepakatan Bersama PI 10 Persen North Madura II Bisa Beri Kesejahteraan Masyara

"Sebetulnya tenaga pendidik ini sudah saya harapkan membuat koperasi sejak 4 tahun yang lalu. Namun karena pandemi Covid-19 jadi lama tidak bertemu dengan saya," kata wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Malang Raya ini.

"Dan hari ini sudah saya ingatkan lagi kalau tetap mau mendirikan koperasi, tidak hanya simpan pinjam. Karena akan banyak yang pinjam tapi tidak banyak yang simpan. Oleh karena itu saya sarankan untuk juga memiliki usaha-usaha UMKM atau toko kelontong," imbuh Gusdon, panggilan akrabnya.

Diterangkan politisi Malang ini bahwa koperasi yang didirikan tidak hanya fokus pada satu titik, simpan pinjam saja. Koperasi harus memilki program untuk peningkatan kerja, sekaligus peningkatan ekonomi. Nah, ini bisa berkembang dengan catatan mereka juga usaha.

"Maka koperasi yang saya bangun ini, koperasi yang menampung UMKM, IKM dan para pengusaha kaki lima dan sebagainya. Tujuannya, satu pemasaran, kedua modal kerja," terang anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Baca Juga: Titik Terakhir Reses di Sukomanunggal, Dyah Katarina: Terbanyak Keluhan Kader Surabaya Hebat

Gusdon telah mendirikan koperasi dengan target anggotanya adalah para pelakku UMKM, IKM hingga pedagang kaki lima. Salah satu tujuannya adalah agar bisa lebih mudah mengakses dana bergulir (Dagulir) yang selama ini ternyata banyak tidak tersalurkan dengan nilai hingga ratusan miliar. Koperasi tersebut adalah Bumi Kajang Sejahtera dan Bumi Kalianyar Sejahtera.

"Alhamdulillah koperasi yang kita targetkan per tahun anggotanya lebih dari 1000-2000 UMKM, IKM maupun kaki lima. Tujuan kedepan mereka bisa mengakses dana murah yang ada di pemerintah pusat maupun daerah. Yang namanya dana murah yaitu dana bergulir saat ini yang idle atau tidak tersealurkan hampir 100 miliar lebih. Belum lagi idle yang ada di UMKM, KUR dan LPDP yang ada di pusat. itu murah. Bunganya antara 4-6 persen per tahun," papar politisi senior ini.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan Gusdon mengungkap, dana bergulir yang disalurkan melalu perbankan ini mayoritas terserap lewat koperasi. Pasalnya, jika UMKM yang mengajukan banyak persyaratan yang harus dipenuhi sehingga terkesan rumit.

Baca Juga: Irjen Pol Imam Sugianto Jadi Kapolda Jatim, DPRD Harap Sinergitas Keamanan Jelang Pemilu 2024

"Kalau dengan koperasi (mengajukan Dagulir, red) kan tidak perlu itu. Karena dia anggota koperasi, pasti koperasi menggunakan formula, salah satunya tanggung renteng.  Harapan saya, yang memiliki usaha monggo bergabung dengan koperasi. Sehingga nanti kebutuhan modal kerja, pemasaran, koperasi akan ikut andil membantu," tegas dia.

Selain sebagai solusi pendanaan, koperasi juga bisa memberikan bantuan pemasaran. Tak bisa dipungkiri, selama ini masih banyak UMKM yang kesulitan memasatkan produknya di minimarket-minimarket karena terbentur aturan yang ketat.

"Juga ada sektor jasa yang menyediakan tempat-tempat untuk penjualan mereka yang selama ini kesulitan, misalnya ingin masuk mini market, sebab aturannya kan rigid. Itu kendala utama dari pelaku UMKM maupun kaki lima, yang bisa terbantu lewat koperasi,"pungkas Gusdon. (Jnr)

Editor : Parlementaria