Sikap Ketua Komisi D Arogan, Gedung Dewan Surabaya Memanas

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Sikap arogan ditunjukkan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah kepada jajarannya. Arogansi (diduga membentak-bentak didepan umum salah seorang anggota Dewan, red) ini sudah santer diperbincangkan baik oleh kalangan Dewan dan para staf termasuk awak media dilingkungan Lembaga politik Surabaya tersebut.

Bahkan, sikap tersebut sempat memantik emosi Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni hingga ada keinginan pindah ke komisi D dari sebelumnya bertugas di komisi A.

Baca Juga: Perempuan Dan Politik, Laila Mufidah Kalahkan Ketua Parpol Surabaya

Konon, hal ini juga sempat disisipkan pembahasannya dalam rapat Badan Musyawarah DPRD, Senin 3 Oktober 2022 sore.

Sempat terceletuk dari mulut seorang pimpinan komisi, "Etika Pimpinan macam apa itu, " Serunya seraya enggan disebutkan identitasnya.

Memang, beberapa anggota Dewan menganggap Komisi D terutama ketuanya kinerjanya kurang maksimal. Beberapa permasalahan khususnya yang menyangkut masyarakat kecil berlarut-larut dan seringkali terabaikan.

Baca Juga: Terkait Pos PAUD Terpadu di Surabaya, Dyah Katarina minta Dikembalikan ke Tujuan Lahirnya

Ketua komisi D, oleh beberapa salah satu LSM juga pernah mendapat cap sebagai Jubir (Juru Bicara) Pemkot, serta dikenal anti kritik.

"Banyak dari wartawan yang ngepos di Dewan di blokir nomor WA nya, sehingga sulit untuk meminta informasi, " Kata salah seorang awak media.

"Wakil rakyat kok anti kritik, " Selorohnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Surati Dewan Komisioner PT PAL Minta Klarifikasi Ulah Oknum

Diminta konfirmasi oleh awak media, Ketua DPRD Adi Sutarwijono hanya mengatakan bahwa, " Dalam bulan Oktober ini akan secara aktif mengamati kinerja Ketua Komisi D, " Ungkap Ketua yang kebetulan sesama anggota Fraksi PDI Perjuangan, dikutip dari salah satu awak media yang ngepos di kantor DPRD.

Akhirnya, kita tunggu saja, semoga ada perubahan yang positif, sehingga masalah ini tidak mengganggu kinerja Dewan yang saat ini sedang sibuk - sibuknya pembahasan APBD, (Par/03)

Editor : Parlementaria