Terduga Demonstran BBM, DPRD Minta Agar Tak Ditahan

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Madura - Terduga pengunjuk rasa BBM berinisial SB di Depo Pertamina Sampang, mencuri perhatian dewan. DPRD Kabupaten Pamekasan dan Sampang di Madura, Jawa Timur, meminta Polres Sampang untuk tidak menahannya. Pasalnya, para wakil rakyat menilai aksi para demonstran itu berdasarkan ketidaktahuan dan bukan kesengajaan.

"Adik-adik mahasiswa tidak mungkin mereka ingin melawan hukum, kemungkinan saja mereka ini tidak tahu, sehingga bisa dimediasi lewat komunikasi yang baik," beber Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Umam, Sabtu (10/9).

Politisi PKB itu menjelaskan, seruan aksi kenaikan harga BBM merupakan upaya mahasiswa untuk melindungi masyarakat yang rentan. Sebab, diakui atau tidak, kenaikan harga BBM cukup menimbulkan spekulasi dan kemasyhuran di masyarakat. Biarkan mahasiswa menjadi barometer suara rakyat kepada pemerintah.

"Kalau adik mahasiswa ini benar-benar ditahan, apapun konsekuensinya kami akan berkoordinasi dengan aparat setempat meminta agar tidak ditahan," imbuh Umam.

Gayung bersambut, anggota DPRD Sampang, Muhammad Iqbal Fathoni, senada mengatakan pengunjuk rasa BBM resah dengan sikap pemerintah daerah yang seolah hanya mendengarkan keinginan mereka. Sejak itu, para demonstran telah menempuh berbagai cara agar tindakan mereka mendapatkan tanggapan serius.

"Kami rasa adik-adik mahasiswa ini tidak tahu jika melakukan unjuk rasa di tempat dan lokasi objek vital nasional dilarang. Polisi bisalah sedikit melonggarkan kepada mereka dengan mempertimbangkan sisi lainnya," sergah politisi PPP yang akrab disapa Bung Fafan ini.

Sementara itu, Kapolsek Sampang AKBP Arman mengatakan SB ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan. Alasannya karena pasal yang digunakan memang tidak bisa menaham tersangka.

Menurut Arman, dapat melakukan sebagai tahanan kota bergantung kebijakan penyidik. "Sudah pulang, kan pasalnya tidak bisa ditahan," tegasnya. (p1)

Editor : Parlementaria