Komisi A DPRD Dukung Kedai Anak Muda Bangkitkan Ekonomi di Surabaya

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Komisi A DPRD Surabaya menggelar hearing atas aduan pengusaha muda dengan warga Ketintang Selatan. Kedai Semoga Sukses di Jalan Ketintang Selatan no 63 itu dianggap mengganggu kenyaman warga setempat, Rabu, 31 Agustus 2022.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, merekomendasikan Kedai makanan dan minuman ringan tetap buka. Apalagi kedai tersebut sudah memiliki izin.

Baca Juga: Perempuan Dan Politik, Laila Mufidah Kalahkan Ketua Parpol Surabaya

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menegaskan pihaknya mendukung penuh pengusaha muda kreatif untuk memulihkan ekonomi.

"Mereka ini salah satu faktor yang bisa membangkitkan ekonomi di Surabaya, mereka bisa membuka lapangan pekerjaan. Apalagi juga sudah memiliki izin," kata legislator Golkar Ini.

Menurut Ayu, hal ini bisa menjadi peluang besar bagi warga sekitar untuk bekerjasama dengan membuat makanan kecil untuk dititipkan meskipun kedai itu tidak terlalu besar dikelola oleh anak muda yang ingin berkarya.

Itu otomatis bisa menambah pendapatan ekonomi warga sekitar, ya kan, katanya.

Poli : Di Kelurahan Karah bukan mediasi tapi penghakiman

Sementara itu, Pemilik Kedai Tri Anggara Poli mengatakan warga mempersoalkan masalah fasilitas umum (Fasum) yang digunakan untuk parkiran pengunjung yang diklaim milik RT dan RW setempat. Padahal pihaknya juga telah menawarkan pengelolaan parkir ke RT/RW.

"Padahal itu bisa menjadi pemasukan RT dan RW. Saya sudah menawarkan bagaimana kalau (Fasum) itu saya sewa, tapi beliau (RW) ini intinya tidak mengizinkan," kata Poli sapaannya usai hearing di Komisi A DPRD Surabaya, Rabu (31/8/2022).

Namun dia mengaku tidak mengetahui apa yang dipermasalahkan pasti oleh warga setempat. Poli bercerita telah melakukan pertemuan dengan beberapa warga namun pembahasannya sangat melebar, tetapi ia bisa membantah satu persatu.

"Sudah ada pertemuan tapi bahasannya melebar, saya pun bisa membantah," katanya.

Menurut Poli, ia merasa ditekan untuk menutup kedainya tetapi ia minta waktu empat bulan sesuai kesepakatan awal dengan warga. Ia juga merasa pertemuan tersebut bukan mediasi tapi penghakiman karena berat sebelah.

Baca Juga: Terkait Pos PAUD Terpadu di Surabaya, Dyah Katarina minta Dikembalikan ke Tujuan Lahirnya

Saya merasa pertemuan di kelurahan itu tidak berimbang dan berat sebelah. Saya mengajukan 4 bulan karena masih  ada kontrak dengan beberapa brand  sampai bulan Desember, ungkapnya

Terkait perizinan, Poli menambahkan sudah memiliki izin NIB bahkan CV, namun untuk kelengkapannya membutuhkan konfirmasi lebih lanjut ke dinas terkait. Sudah ada (Izin) NIB melalui OSS dan CV, pun juga punya, katanya.

Semantara itu, Ketua RW 9 Kelurahan Karah Akhmad Hafandi mengatakan, yang  menjadi permasalahan sebenarnya adalah pengunjungnya yang terlalu banyak. Menurutnya, hal itu menggunakan fasilitas umum (Fasum) yang diklaim milik RW sehingga menjadi penuh parkiran.

Jadi banyak warga yang protes ke saya apakah pak RW mengizinkan itu (Fasum), katanya.

Ia mengatakan dibalik sikapnya untuk menolak keberadaan kedai tersebut ia tidak tahu kalau kedai tersebut memiliki ijin.

Baca Juga: DPRD Surabaya Surati Dewan Komisioner PT PAL Minta Klarifikasi Ulah Oknum

Yang saya tau kan ini baru terungkap ternyata sudah memiliki ijin, kalau diperintahkan lurah dan camat untuk tetap jalan ya tidak bisa menolak, katanya.

Akhirnya, Lurah Karah dukung kedai berlanjut

Lurah Karah Surabaya Ali Pranoto mengatakan permasalahan ini sebenarnya  miskomunikasi karena mungkin beberapa kata dari pemilik kedai dirasa kurang pas.

Mudah mudahan arahan dari dewan  seperti itu (Kedai) bisa berlanjut (Buka), katanya.

Ali menyatakan pihaknya mendukung penuh jika ada seseorang yang berkeinginan membuka usaha di wilayahnya. Untuk itu, Ali berharap, nantinya ada win win solution agar sama sama diuntungkan dan pemilik kedai akan bekerja sama dengan RW.

Tidak hanya hal izin lagi saja, tapi saling memberikan keuntungan. Seperti ada produk UMKM warga bisa dititipkan di Kedai itu atau warga sekitar diangkat menjadi karyawan juga," kata Ali. (P1/r)

Editor : Parlementaria