Komisi A DPRD dan Wawali Surabaya Sidak Trans Icon, Janji SLF Lima Hari

avatar Parlementaria.ID

Parlementaria Surabaya - Komisi A DPRD dan Wakil Walikota Surabaya sidak Trans Icon. Pihak manajemen janji, dalam lima hari ke depan perijinan selesai.

Gemas! Barangkali kalimat tersebut layak disematkan kepada Pemkot serta DPRD Surabaya menyikapi bandelnya Trans Icon yang melakukan Opening tanpa dilengkapi perijinan khususnya Terkait SLF (Sertifikat Laik Fungsi).

Baca Juga: Armuji: Surabaya Siap Sambut Piala Dunia U-17 2023

Tanpa janjian, secara bersamaan Wakil Walikota Armuji dan Komisi A DPRD Surabaya melakukan tinjauan lapangan di lokasi Mall milik pengusaha Chairul Tanjung yang dijuluki si Anak Singkong tersebut, Selasa 9 Agustus 2022, sore.

Dilokasi, terlihat Wawali Armuji mencerca, sebagai perusahaan besar, kenapa Trans Group sering membuat masalah di Surabaya.

"Dua kali ini, Trans Group membuat ulah di Surabaya. Saat saya Ketua DPRD juga Transmart dibuka tanpa dilengkapi ijin, " Kata Armuji.

"Kita senang ada pengusaha berinvestasi di Surabaya yang pastinya berdampak penciptaan lapangan kerja baru, tapi semua harus melalui prosedur yang berlaku, " Tambah anggota DPRD 5 Periode dari PDI Perjuangan ini.

Dalam hal ini, Armuji minta kepastian, kapan bisa diselesaikan Ijin SLF untuk Trans Icon.

"Ayo, kapan bisa diselesaikan. Kalau janji 5 hari, berarti kalau belum selesai siap menerima konsekuensinya, " Tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna merasa jengkel karena kesepakatan saat hearing dengan Trans Icon pada (5/8) lalu tidak digubris.

"Waktu Hearing, Trans Icon tanda tangan kesepakatan untuk tidak buka hingga ijinnya (SLF, red) keluar, tapi diingkari, " Ucapnya ketus.

Baca Juga: Cak Ji dorong pemanfaatan fasilitas olahraga di Perkampungan

"Sebenarnya maunya apa, kalau memang ada kendala, mumpung ada pak Wawali, mohon disampaikan supaya bisa difasilitasi," Kata Pertiwi Ayu.Senada dengan Ketua Komisi, Camelia Habiba wakil ketua Komisi menegaskan banyak yang harus diperbaiki agar Trans Icon mendapatkan rekomendasi dari Dinas Terkait.

Seperti tidak adanya pompa di Drainase sehingga air di tidak bisa mengalir dan menggenang.

"Ini mau musim hujan, secepatnya harus diadakan pompa untuk drainase, dikuatirkan saat hujan, air tidak masuk penampungan dan membanjiri rumah warga, " Kata Habiba.

Dalam pengamatannya, Habiba juga tidak Terima jalur pedestrian didepan Trans Icon sengaja diaspal untuk keluar masuk kendaraan. Kemudian diatas aspal juga ada bangunan pembatas yang melebihi area milik Trans Icon.

Dijalan samping, terlihat pula untuk papan nama di kantor pengembang Trans Icon yang masuk ke Trotoar, sehingga mengganggu pejalan kaki.

Baca Juga: Hadiri Sedekah Bumi di Sambikerep, Josiah Michael: Kami sedang Godok Raperda Pariwisata

"Kalau memang ijin (SLF, red) belum dikeluarkan, berarti pihak Dinas Terkait belum memberikan rekomendasi. Dan seharusnya Trans Icon ditutup terlebih dahulu sampai ijinnya keluar, " Tandasnya.

Sementara itu, Eka Mahendra Pimpinan Proyek Pembangunan Trans Icon mengaku memang ada keterlambatan dalam pengurusan dan tidak sesuai dengan target, namun ia berjanji 5 hari kerja kedepan dapat menyelesaikannya.

"Atas nama Trans Icon saya minta maaf karena ada keterlambatan perijinan. Semua kekurangan yang diinginkan Dinas untuk dilengkapi sudah kami siapkan, tinggal pengerjaannya, " Ujar Eka.

Kenapa tetap gelar Opening meski belum ber-Ijin, Eka berdalih hal ini adalah demi para Karyawan yang sudah banyak dan harus bekerja, sehingga Tran Icon dibuka.

"Masalah tenaga kerja, itu menjadi alasan kenapa Trans Icon dibuka sesuai yang dijadwalkan, " Tandasnya. (P01)

Editor : Parlementaria