MDINETWORK – Wales menghadapi kekalahan yang sangat menyakitkan dalam babak play-off Piala Dunia setelah kalah melalui adu tendangan penalti dari Bosnia-Herzegovina. Pertandingan ini menandai akhir dari harapan mereka untuk tampil di Piala Dunia 2022, sebuah momen yang disebut oleh pelatih tim, Craig Bellamy, sebagai “chaos” yang tidak diinginkan.
>Bellamy, yang sebelumnya pernah bermain untuk Wales selama 78 kali dengan mencetak 19 gol, telah memperingatkan pemainnya sebelum pertandingan. Ia menekankan pentingnya menjaga kontrol permainan dan menghindari situasi yang tidak terkendali. Namun, pada saat yang krusial, Wales gagal mempertahankan keunggulan mereka, membiarkan Bosnia-Herzegovina bangkit dan akhirnya menang dalam adu penalti.
“Kami membiarkan chaos masuk selama 20 menit dan mencoba untuk melihat pertandingan selesai,” kata Bellamy setelah pertandingan. “Kami bukan tim yang bermain seperti itu. Kami harus menjaga bola. Saya tidak bisa sepenuhnya menyampaikan pesan ini.”
Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan
Pergantian pemain juga tidak memberikan dampak positif bagi Wales. Daniel James, pencetak gol spektakuler dari jarak jauh, dan David Brooks ditarik keluar, digantikan oleh Liam Cullen dan Mark Harris yang kesulitan memengaruhi jalannya pertandingan.
Bellamy mengakui bahwa pengambilan keputusan ini tidak mudah. “Kami sering melakukan pergantian pemain, tapi kami memiliki banyak pemain yang tidak bermain 90 menit di klub mereka. Meminta mereka bermain 90 menit di sini sangat sulit.”
Meski kekecewaan terasa besar, Bellamy tetap optimis tentang masa depan Wales. Ia menyoroti bahwa turnamen Euro 2028, yang akan menjadi tuan rumah bersama Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara, adalah kesempatan emas bagi tim untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Kami punya Euro negara-negara tuan rumah yang luar biasa. Itu adalah waktu yang hebat,” ujarnya. “Kami ingin berada di Piala Dunia musim panas ini, tapi masa depan sangat cerah. Ada tahun-tahun baik yang akan datang untuk Wales.”
Pelajaran yang Diperoleh
Bellamy mengakui bahwa kekalahan ini merupakan pelajaran berharga bagi tim. “Kami harus melihat pertandingan selesai dengan bola. Kami harus lebih kuat dalam situasi seperti ini.”
Sementara rasa sakit dari kekalahan masih terasa, ia tetap percaya bahwa Wales akan bangkit. “Kami akan merasa sakit, tapi ada masa depan yang cerah. Sulit untuk memikirkannya sekarang, meskipun saya berusaha,” katanya. “Besok pagi, matahari akan terbit, dan saya akan melihatnya.”
Kekalahan ini memicu reaksi beragam dari publik dan media. Banyak yang menyatakan kekecewaan atas kegagalan Wales dalam mempertahankan keunggulan mereka, sementara lainnya menilai bahwa tim memiliki potensi besar untuk bangkit di masa depan.
Dalam wawancara dengan BBC Sport Wales, Bellamy mengungkapkan bahwa ia akan terus bekerja keras untuk mempersiapkan tim dalam persiapan menuju Euro 2028. “Ini membuat saya semakin tekun. Besok pagi, saya akan melihat matahari terbit.”***






