PARLEMENTARIA.ID – Kekalahan Italia dalam pertandingan playoff melawan Bosnia dan Herzegovina menjadi bukti bahwa negara yang pernah memenangkan Piala Dunia empat kali ini semakin kesulitan untuk kembali tampil di ajang paling bergengsi dunia. Kali ini, kegagalan tersebut terjadi lewat adu penalti, sebuah momen yang sering menjadi momok bagi tim nasional Italia.
>Pertandingan yang berlangsung di Stadion Asim Ferhatović Hase, Sarajevo, menunjukkan performa luar biasa dari tim tuan rumah. Meski sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Moise Kean pada babak pertama, Bosnia dan Herzegovina mampu bangkit dan menciptakan banyak peluang. Mereka bahkan unggul dalam jumlah tembakan selama 90 menit, dengan rasio 11-2 dibandingkan Italia.
Namun, meskipun memiliki dominasi atas bola, Bosnia dan Herzegovina gagal memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Gol penyama kedudukan baru tercipta pada menit ke-79 melalui Haris Tabakovic. Setelah itu, pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan karena skor imbang 1-1.
Adu penalti menjadi momen krusial. Bosnia dan Herzegovina berhasil mengonversi semua tendangan mereka, sementara Italia hanya mampu memasukkan dua dari empat eksekusi. Hasil ini membuat tim asuhan Sergej Barbarez meraih tiket ke Piala Dunia 2026, sementara Italia kembali merasakan kekecewaan yang sudah menjadi rutinitas.
Perjalanan Panjang Kegagalan Italia
Ini adalah kali ketiga dalam lima edisi terakhir Piala Dunia bahwa Italia gagal lolos. Sebelumnya, mereka juga tidak bisa tampil di Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Swedia dalam babak playoff. Tahun 2022, kegagalan berulang terjadi lagi saat kalah dari Makedonia Utara.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Carlo Tavecchio, pernah menyebut kegagalan 2018 sebagai “apokaliptik” dan kemudian mengundurkan diri. Kini, situasi ini menjadi hal yang biasa bagi para penggemar sepak bola Italia. Dalam wawancara, pelatih Italia Gennaro Gattuso menyampaikan rasa malu dan penyesalan atas kegagalan ini.
“Sulit untuk dicerna,” ujar Gattuso. Ia mengakui bahwa pemainnya telah berjuang keras, tetapi kegagalan ini menjadi yang kelima kalinya dalam sejarah timnas Italia. “Saya secara pribadi meminta maaf atas kegagalan ini,” tambahnya.
Performa Tim Bosnia dan Herzegovina
Bosnia dan Herzegovina menunjukkan semangat yang luar biasa selama pertandingan. Mereka mampu mengendalikan permainan dan menciptakan banyak peluang. Bahkan, sebelum kalah jumlah pemain akibat kartu merah Alessandro Bastoni, mereka sudah unggul dalam jumlah tembakan.
Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, memberikan komentar lucu sebelum pertandingan. Ia berkata bahwa jika timnya mencetak gol lebih dulu, mereka mungkin akan “mengunci bus” untuk menjaga keunggulan. Namun, setelah kebobolan, mereka justru semakin agresif dan menyerang tanpa henti.
Dari segi strategi, pelatih Italia Gattuso mencoba mengubah formasi setelah kehilangan satu pemain. Ia memasukkan bek tambahan dan mengganti striker. Namun, perubahan ini tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan.
Kehilangan Kesempatan Emas
Salah satu momen penting dalam pertandingan terjadi ketika Moise Kean melewatkan kesempatan emas pada menit ke-60. Ia berhasil mencuri bola dari lawan dan langsung melepaskan tembakan, tetapi bola melebar. Keputusan ini menjadi salah satu faktor krusial dalam kekalahan Italia.
Selain itu, Italia juga gagal memaksimalkan peluang yang ada. Pemain seperti Edin Dzeko dan lainnya sering menciptakan peluang, tetapi gagal memasukkan bola ke gawang. Di babak tambahan, kelelahan tampak mulai menggerogoti stamina pemain.
Penghargaan untuk Tim Bosnia dan Herzegovina
Sebaliknya, tim Bosnia dan Herzegovina layak mendapatkan apresiasi atas performa mereka. Mereka mampu memperlihatkan semangat juang yang tinggi dan kemampuan teknis yang baik. Meski sempat tertinggal, mereka tetap percaya diri dan akhirnya sukses dalam adu penalti.
Para penggemar Bosnia dan Herzegovina bersorak riang saat timnya memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Mereka menikmati momen ini dengan penuh kebahagiaan, sementara para pendukung Italia harus menerima kenyataan pahit.
Kesimpulan
Kegagalan Italia di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa negara ini membutuhkan perubahan besar-besaran dalam sistem sepak bolanya. Dari segi manajemen hingga pembinaan pemain, banyak hal yang perlu diperbaiki agar bisa kembali bersaing di level internasional.
Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina menunjukkan bahwa mereka siap untuk tampil di panggung dunia. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu menghadapi tim besar dan meraih hasil positif. Ini menjadi awal yang baik bagi mereka di Piala Dunia 2026.***







