Prabowo Jamin Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Meski Ada Krisis Global

MDINETWORK – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun situasi global sedang menghadapi krisis. Ia menilai bahwa penghematan anggaran bisa dilakukan di sektor lain tanpa harus mengorbankan program yang dinilai strategis bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang disiarkan melalui saluran YouTube resmi Prabowo Subianto, ia menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan MBG di tengah situasi krisis Timur Tengah. Prabowo menekankan bahwa program ini tidak boleh dihentikan karena alasan ekonomi, terlebih lagi karena dampaknya sangat signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Prioritas Kesejahteraan Rakyat

Prabowo menyampaikan bahwa ia akan mempertahankan program MBG demi memastikan masyarakat memiliki akses terhadap gizi yang cukup. Ia mengingatkan bahwa selama kampanye, dirinya sering melihat anak-anak yang mengalami stunting, yaitu kondisi pertumbuhan yang terhambat akibat kurangnya nutrisi.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” katanya.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah mampu membiayai program tersebut. “Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” tambahnya.

Penghematan Bisa Dilakukan di Sektor Lain

Meski situasi krisis global memengaruhi anggaran negara, Prabowo menekankan bahwa penghematan bisa dilakukan di sektor lain. Ia menilai bahwa tidak perlu mengorbankan program strategis seperti MBG hanya karena masalah anggaran.

“Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak,” ujarnya.

Program MBG sendiri telah diadopsi oleh lebih dari 100 negara di dunia. Indonesia menjadi negara ke-77 yang menerapkannya. Menurut Prabowo, program ini mendapat perhatian dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB.

Investasi Jangka Panjang

Menurut penilaian Rockefeller Institute, setiap dolar yang diinvestasikan dalam program MBG dapat memberikan manfaat berkali-kali lipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Prabowo menyebutkan bahwa hasil investasi tersebut mencapai antara 7 hingga 35 dolar, tergantung pada durasi waktu.

“Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, ‘This is the best investment, Mr. President you have made the best’. Do you know why? Karena satu dolar di spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dolar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB,” ujarnya.

Penindakan Terhadap Pelanggaran

Meski demikian, Prabowo mengakui masih ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah telah menindak sejumlah pelanggaran, termasuk menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak sesuai standar.

“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan?” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Menurutnya, program MBG sangat penting bagi kelompok yang selama ini belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata, khususnya di daerah-daerah di luar Pulau Jawa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *